Netanyahu Akan Temui Putin untuk Bahas Pengiriman Senjata ke Suriah
Rabu, 16 September 2015 - 21:38 WIB
Netanyahu Akan Temui Putin untuk Bahas Pengiriman Senjata ke Suriah
A
A
A
JERUSALEM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu direncanakan akan melakukan kunjungan ke Moskow pada pekan depan untuk bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Kunjungan Netanyahu tersebut bertujuan untuk membahas pengiriman pasukan Rusia ke Suriah.
Menurut Kantor Perdana Menteri Israel, Netanyahu akan berbicara dengan Putin tentang bantuan senjata Rusia ke Suriah yang dianggap mengancam Israel. Selain itu, Israel khawatir jika senjata-senjata tersebut jatuh ke tangan Hizbullah atau organisasi teroris.
Seperti disitat dari laman JPost, Rabu (16/9/2015), kunjungan Netanyahu ke Moskow akan menjadi kunjungan pertama sejak November 2013. Kunjungan itu dilakukan seminggu sebelum Netanyahu menyambangi New York untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB.
Saat ini Rusia berada di bawah tekanan dunia internasional, setelah mereka memutuskan untuk memberi bantuan militer kepada Suriah. Keberadaan militer Rusia di Suriah ditakutkan akan memicu konfrontasi baru, karena di saat yang bersamaan koalisi pimpinan Amerika Serikat tengah menggencarkan serangan udara terhadap basis ISIS.
Namun, Rusia bersikukuh memberikan bantuan dengan alasan bantuan tersebut juga untuk memerangi ISIS. Rusia juga telah mengakui mereka telah mengirimkan instruktur militer hingga peralatan berat ke Suriah dan tetap akan melakukan hal itu jika Suriah membutuhkannya.
Menurut Kantor Perdana Menteri Israel, Netanyahu akan berbicara dengan Putin tentang bantuan senjata Rusia ke Suriah yang dianggap mengancam Israel. Selain itu, Israel khawatir jika senjata-senjata tersebut jatuh ke tangan Hizbullah atau organisasi teroris.
Seperti disitat dari laman JPost, Rabu (16/9/2015), kunjungan Netanyahu ke Moskow akan menjadi kunjungan pertama sejak November 2013. Kunjungan itu dilakukan seminggu sebelum Netanyahu menyambangi New York untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB.
Saat ini Rusia berada di bawah tekanan dunia internasional, setelah mereka memutuskan untuk memberi bantuan militer kepada Suriah. Keberadaan militer Rusia di Suriah ditakutkan akan memicu konfrontasi baru, karena di saat yang bersamaan koalisi pimpinan Amerika Serikat tengah menggencarkan serangan udara terhadap basis ISIS.
Namun, Rusia bersikukuh memberikan bantuan dengan alasan bantuan tersebut juga untuk memerangi ISIS. Rusia juga telah mengakui mereka telah mengirimkan instruktur militer hingga peralatan berat ke Suriah dan tetap akan melakukan hal itu jika Suriah membutuhkannya.
(esn)