Assad: Saat Ini, Prioritas Utama Adalah Membasmi Terorisme
Rabu, 16 September 2015 - 18:03 WIB
Assad: Saat Ini, Prioritas Utama Adalah Membasmi Terorisme
A
A
A
MOSKOW - Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengajak faksi-faksi politik dan bersenjata di Suriah untuk bersatu dalam memerangi kelompok teroris. Menurutnya, solusi politik tidak akan tercapai sebelum terorisme dikalahkan.
Assad mengatakan, dialog bisa terus dilakukan namun tidak akan dapat diimplementasikan, kecuali semua pihak sepakat untuk menghapus terorisme dari Suriah sebagai langkah pertama.
"Kami, partai politik, pemerintah dan kelompok-kelompok bersenjata yang berperang melawan pemerintah, kita harus bersatu dalam nama memerangi terorisme," kata Assad saat diwawancarai oleh salah satu media Rusia seperti dikutip dari ABC News, Rabu (16/9/2015).
Dalam kesempatan itu, Assad juga menyalahkan negara-negara Eropa atas terjadinya krisis imigran. Menurutnya, hal itu terjadi karena Eropa gagal menegakkan dan mengendalikan sistem imigrasi, sehingga memaksa pengungsi untuk berangkat melintasi lautan yang berbahaya.
Selain itu, keterlibatan Eropa dalam konflik di Suriah pada prinsipnya telah mendukung kelompok teroris. Pasalnya, pemerintah Suriah menganggap semua kelompok bersenjata yang berjuang untuk menggulingkan Assad sebagai kelompok teroris.
"Jika Anda peduli dengan para pengungsi, maka hentikan dukungan Anda kepada para teroris," pungkasnya.
Assad mengatakan, dialog bisa terus dilakukan namun tidak akan dapat diimplementasikan, kecuali semua pihak sepakat untuk menghapus terorisme dari Suriah sebagai langkah pertama.
"Kami, partai politik, pemerintah dan kelompok-kelompok bersenjata yang berperang melawan pemerintah, kita harus bersatu dalam nama memerangi terorisme," kata Assad saat diwawancarai oleh salah satu media Rusia seperti dikutip dari ABC News, Rabu (16/9/2015).
Dalam kesempatan itu, Assad juga menyalahkan negara-negara Eropa atas terjadinya krisis imigran. Menurutnya, hal itu terjadi karena Eropa gagal menegakkan dan mengendalikan sistem imigrasi, sehingga memaksa pengungsi untuk berangkat melintasi lautan yang berbahaya.
Selain itu, keterlibatan Eropa dalam konflik di Suriah pada prinsipnya telah mendukung kelompok teroris. Pasalnya, pemerintah Suriah menganggap semua kelompok bersenjata yang berjuang untuk menggulingkan Assad sebagai kelompok teroris.
"Jika Anda peduli dengan para pengungsi, maka hentikan dukungan Anda kepada para teroris," pungkasnya.
(esn)