Khamenei Sebut AS Lebih Buruk dari Setan & Israel Akan Dilenyapkan
Rabu, 16 September 2015 - 15:19 WIB
Khamenei Sebut AS Lebih Buruk dari Setan & Israel Akan Dilenyapkan
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei berpidato anti-Amerika Serikat (AS) dan Israel di depan ribuan warga Iran. Dalam pidato tanggal 9 September itu, Khamenei menyebut AS lebih buruk dari setan dan Iran akan melenyapkan Israel 25 tahun lagi.
Pidato Khamenei itu disambut yel-yel “Matilah Amerika, matilah Inggris, dan matilah Israel”. Khamenei memperingatkan kemungkinan kembalinya pengaruh AS usai kesepakatan nuklir antara Iran dengan enam negara kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China).
”Amerika mengibarkan bendera hak asasi manusia, tapi setiap hari, darah orang lain ditumpahkan di negara bagian AS,” kata Khamenei di depan ribuan warga Iran.”Sekarang ada orang (di Iran) yang bersikeras berdandan ala Amerika, yang memiliki karakteristik seperti itu, (Amerika) lebih buruk dari setan dan menggambarkan diri sebagai malaikat,” lanjut Khamenei, seperti dikutip CNS News, kemarin (15/9/2015).
”Kenapa?" tanya Khamenei. “Bahkan jika kita mengabaikan agama dan semangat revolusioner, bagaimana tentang kesetiaan kepada kepentingan negara? Bagaimana tentang akal sehat? Akal sehat dan hati nurani apa yang memungkinkan Anda untuk memilih Amerika sebagai teman, sebagai seseorang yang bisa diandalkan, dan sebagai malaikat pelindung?,” sambung Khamenei.
Pemimpin Tertinggi Iran melanjutkan, "Orang-orang Iran yang besar telah mengusir setan besar ini dari Iran. (Negara) ini harus tidak dilarang untuk kembali.”
Dia lantas menyindir sikap bermusuhan AS yang disuarakan kongres negara itu meski sudah mencapai kesepatan nuklir dengan Iran.”Permusuhan (dari Amerika) tidak mengenal batas. Lihatlah sekarang, hari ini menyepakati perjanjian nuklir, nasib yang masih belum jelas di sana-sini. Mereka duduk di Kongres dan sibuk dengan rencana,” ujarnya.
”Kami bernegosiasi dengan Amerika tentang isu nuklir,” katanya.”Saya setuju pada (tim negosiator Iran) untuk pergi dan bernegosiasi. Mereka pergi dan bernegosiasi, dan, Alhamdulillah, tim negosiasi kami dilakukan dengan baik. Tapi saya tidak menyetujui negosiasi tentang tema lain, dan kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika.”
Khamenei melanjutkan bahwa Iran bersedia berunding dengan negara manapun kecuali Amerika. Dia lantas menghujat rezim zionis Israel sekutu AS yang membuat rakyat Palestina sengsara.
”Setelah pembicaraan nuklir yang intens, saya mendengar bahwa Zionis di Palestina telah mengatakan; 'Sementara itu, berkat hasil pembicaraan, kita akan memiliki waktu 25 tahun untuk tenang mengenai masalah Iran. Setelah 25 tahun, kami akan memikirkan sesuatu '. Saya menanggapi mereka dengan mengatakan;' Pertama-tama, dalam 25 tahun Anda (Israel) tidak akan hidup.”
”Insya Allah, dalam 25 tahun tidak akan ada rezim yang seperti rezim Zionis di wilayah tersebut, dan kedua, selama periode ini, semangat perlawanan (Republik) Islam tidak akan memberikan Zionis satu hari pun untuk tenang,” imbuh Khamenei.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyesalkan pidato Khamenei. ”Semua negara yang bertanggung jawab harus bekerja sama untuk menghentikan terorisme dan agresi Iran,” katanya.
Pidato Khamenei itu disambut yel-yel “Matilah Amerika, matilah Inggris, dan matilah Israel”. Khamenei memperingatkan kemungkinan kembalinya pengaruh AS usai kesepakatan nuklir antara Iran dengan enam negara kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China).
”Amerika mengibarkan bendera hak asasi manusia, tapi setiap hari, darah orang lain ditumpahkan di negara bagian AS,” kata Khamenei di depan ribuan warga Iran.”Sekarang ada orang (di Iran) yang bersikeras berdandan ala Amerika, yang memiliki karakteristik seperti itu, (Amerika) lebih buruk dari setan dan menggambarkan diri sebagai malaikat,” lanjut Khamenei, seperti dikutip CNS News, kemarin (15/9/2015).
”Kenapa?" tanya Khamenei. “Bahkan jika kita mengabaikan agama dan semangat revolusioner, bagaimana tentang kesetiaan kepada kepentingan negara? Bagaimana tentang akal sehat? Akal sehat dan hati nurani apa yang memungkinkan Anda untuk memilih Amerika sebagai teman, sebagai seseorang yang bisa diandalkan, dan sebagai malaikat pelindung?,” sambung Khamenei.
Pemimpin Tertinggi Iran melanjutkan, "Orang-orang Iran yang besar telah mengusir setan besar ini dari Iran. (Negara) ini harus tidak dilarang untuk kembali.”
Dia lantas menyindir sikap bermusuhan AS yang disuarakan kongres negara itu meski sudah mencapai kesepatan nuklir dengan Iran.”Permusuhan (dari Amerika) tidak mengenal batas. Lihatlah sekarang, hari ini menyepakati perjanjian nuklir, nasib yang masih belum jelas di sana-sini. Mereka duduk di Kongres dan sibuk dengan rencana,” ujarnya.
”Kami bernegosiasi dengan Amerika tentang isu nuklir,” katanya.”Saya setuju pada (tim negosiator Iran) untuk pergi dan bernegosiasi. Mereka pergi dan bernegosiasi, dan, Alhamdulillah, tim negosiasi kami dilakukan dengan baik. Tapi saya tidak menyetujui negosiasi tentang tema lain, dan kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika.”
Khamenei melanjutkan bahwa Iran bersedia berunding dengan negara manapun kecuali Amerika. Dia lantas menghujat rezim zionis Israel sekutu AS yang membuat rakyat Palestina sengsara.
”Setelah pembicaraan nuklir yang intens, saya mendengar bahwa Zionis di Palestina telah mengatakan; 'Sementara itu, berkat hasil pembicaraan, kita akan memiliki waktu 25 tahun untuk tenang mengenai masalah Iran. Setelah 25 tahun, kami akan memikirkan sesuatu '. Saya menanggapi mereka dengan mengatakan;' Pertama-tama, dalam 25 tahun Anda (Israel) tidak akan hidup.”
”Insya Allah, dalam 25 tahun tidak akan ada rezim yang seperti rezim Zionis di wilayah tersebut, dan kedua, selama periode ini, semangat perlawanan (Republik) Islam tidak akan memberikan Zionis satu hari pun untuk tenang,” imbuh Khamenei.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyesalkan pidato Khamenei. ”Semua negara yang bertanggung jawab harus bekerja sama untuk menghentikan terorisme dan agresi Iran,” katanya.
(mas)