Usai Tonton Video Eksekusi ISIS, Remaja Denmark Bunuh Ibunya
Selasa, 15 September 2015 - 21:39 WIB
Usai Tonton Video Eksekusi ISIS, Remaja Denmark Bunuh Ibunya
A
A
A
KOPENHAGEN - Seorang remaja putri di Denmark nekat menghabisi nyawa ibunya dengan pisau dapur setelah menonton video eksekusi seorang sandera Inggris oleh ISIS secara online. Ia menghabisi nyawa ibunya dengan menikamnya lebih dari 10 kali.
Remaja putri itu, Lisa Borch (15) menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyaksikan video eksekusi dua warga negara Inggris, David Haines dan Alan Henning, yang dieksekusi secara sadis oleh ISIS. Setelah itu, ia dan pacarnya yang ternyata seorang muslim radikal, Bakhtiar Mohammed Abdulla, mengambil pisau dapur dan menikam ibunya, Tina Römer Holtegaard.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, Selasa (15/9/2015), ibu malang itu tewas dengan 20 tusukan. Usai melakukan aksinya, polisi mengatakan, Borch hanya duduk terpaku di meja sembari memainkan handphone dan menonton YouTube. Saat ditanya, ke mana ibunya, Borch menolak untuk beranjak meninggalkan komputer dan hanya menunjuk ke atas.
Saat polisi tiba di kamar tidur sang ibu, polisi menemukan korban telah tewas di atas tempat tidurnya dan berlumuran darah.
Saat melakukan pemeriksaan, pihak kepolisian menemukan jika Borch telah menonton secara berulang-ulang video pemanggalan sandera asal Inggris oleh ISIS.
"Dia menontonnya sepanjang malam," ujar Jaksa. Akibat tindakannya itu, pengadilan menjatuhkan hukuman 9 tahun penjara kepada Borch. Sedangkan Abdulla dihukum 13 tahun penjara dan akan dideportasi dari Denmark setelah hukumannya selesai.
Remaja putri itu, Lisa Borch (15) menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyaksikan video eksekusi dua warga negara Inggris, David Haines dan Alan Henning, yang dieksekusi secara sadis oleh ISIS. Setelah itu, ia dan pacarnya yang ternyata seorang muslim radikal, Bakhtiar Mohammed Abdulla, mengambil pisau dapur dan menikam ibunya, Tina Römer Holtegaard.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, Selasa (15/9/2015), ibu malang itu tewas dengan 20 tusukan. Usai melakukan aksinya, polisi mengatakan, Borch hanya duduk terpaku di meja sembari memainkan handphone dan menonton YouTube. Saat ditanya, ke mana ibunya, Borch menolak untuk beranjak meninggalkan komputer dan hanya menunjuk ke atas.
Saat polisi tiba di kamar tidur sang ibu, polisi menemukan korban telah tewas di atas tempat tidurnya dan berlumuran darah.
Saat melakukan pemeriksaan, pihak kepolisian menemukan jika Borch telah menonton secara berulang-ulang video pemanggalan sandera asal Inggris oleh ISIS.
"Dia menontonnya sepanjang malam," ujar Jaksa. Akibat tindakannya itu, pengadilan menjatuhkan hukuman 9 tahun penjara kepada Borch. Sedangkan Abdulla dihukum 13 tahun penjara dan akan dideportasi dari Denmark setelah hukumannya selesai.
(esn)