Jerman: Soal Suriah, Barat Harus Kerjasama dengan Rusia
Minggu, 13 September 2015 - 15:06 WIB
Jerman: Soal Suriah, Barat Harus Kerjasama dengan Rusia
A
A
A
BERLIN - Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Jerman dan negara Eropa lainnya perlu bekerjasama dengan Rusia serta Amerika Serikat (AS) untuk memecahkan krisis di Suriah. Hal itu dikatakan Merkel saat terjadinya pertemuan antar menteri luar negeri empat negara: Jerman, Rusia, Ukraina, serta Prancis guna membahas perdamaian di Ukraina yang dilakukan di Berlin.
Pasca pertemuan dengan para koleganya, Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier menyatakan perlunya dukungan untuk membentuk kelompok internasional guna menyelesaikan konflik Suriah, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (13/9/2015).
Steinmeier sendiri sempat melakukan pertemuan dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov, dan terlibat pembicaraan panjang mengenai krisis di Suriah. Keduanya setuju mendukung rencana utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura.
De Mistura telah mengundang pihak yang bertikai di Suriah untuk bergabung dalam sebuah kelompok yang dipimpin oleh PBB untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh Suriah termasuk masalah politik dan konstitusional, militer, serta masalah keamanan.
Meski begitu, dalam wawancara dengan media Jerman, Steinmeier memperingatkan Rusia untuk tidak ikut berperang di Suriah sendirian. "Saya harap Rusia tidak berusaha untuk mempertahankan agar perang sipil di Suriah tetap berlangsung," ujarnya.
Secara terpisah, dalam sebuah artikel di New York Times, Stenmeier mengatakan bahwa kesepakatan nuklir Iran menciptakan kesempatan untuk mengatasi masalah Suriah. Namun, ia khawatir bahwa kesempatan untuk membuat kemajuan memudar.
"Ini akan menjadi kebodohan untuk terus melanjutkan bertaruh pada solusi militer," kata Steinmeir. "Sekarang adalah waktunya guna menemukan cara untuk membawa pihak-pihak yang bertikai ke meja perundingan bersama dengan aktor-aktor regional yang penting seperti Arab Saudi, Turki dan Iran," tukasnya.
Pasca pertemuan dengan para koleganya, Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier menyatakan perlunya dukungan untuk membentuk kelompok internasional guna menyelesaikan konflik Suriah, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (13/9/2015).
Steinmeier sendiri sempat melakukan pertemuan dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov, dan terlibat pembicaraan panjang mengenai krisis di Suriah. Keduanya setuju mendukung rencana utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura.
De Mistura telah mengundang pihak yang bertikai di Suriah untuk bergabung dalam sebuah kelompok yang dipimpin oleh PBB untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh Suriah termasuk masalah politik dan konstitusional, militer, serta masalah keamanan.
Meski begitu, dalam wawancara dengan media Jerman, Steinmeier memperingatkan Rusia untuk tidak ikut berperang di Suriah sendirian. "Saya harap Rusia tidak berusaha untuk mempertahankan agar perang sipil di Suriah tetap berlangsung," ujarnya.
Secara terpisah, dalam sebuah artikel di New York Times, Stenmeier mengatakan bahwa kesepakatan nuklir Iran menciptakan kesempatan untuk mengatasi masalah Suriah. Namun, ia khawatir bahwa kesempatan untuk membuat kemajuan memudar.
"Ini akan menjadi kebodohan untuk terus melanjutkan bertaruh pada solusi militer," kata Steinmeir. "Sekarang adalah waktunya guna menemukan cara untuk membawa pihak-pihak yang bertikai ke meja perundingan bersama dengan aktor-aktor regional yang penting seperti Arab Saudi, Turki dan Iran," tukasnya.
(esn)