Kerahkan Kapal Selam, Korut Pakai Taktik Perang dan Damai
Senin, 24 Agustus 2015 - 09:15 WIB
Kerahkan Kapal Selam, Korut Pakai Taktik Perang dan Damai
A
A
A
PYONGYANG - Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan, Korea Utara (Korut) telah menggunakan dua taktik, yakni strategi perang dan damai. Alasannya, selain mengerahkan puluhan kapal selam dan kekuatan artileri dua kali lipat, Pyongyang juga terlibat perundingan dengan Seoul.
Utusan kedua Korea pada Senin (24/8/2015) kembali bertemu di Desa Panmunjom, di Zona Demiliterisasi (DMZ) di wilayah perbatasan dua Korea untuk berunding menyelesaikan konflik yang nyaris memicu perang.
”Kami mendeteksi gerakan yang tidak biasa dari kapal selam Korut, (kapal-kapal selam) mereka telah meninggalkan pangkalan, dan Korut juga mengerahkan dua kali lipat kekuatan artileri di sepanjang perbatasan,” kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel, yang menolak diidentifikasi, seperti dikutip NBC News. (Baca: Korut Mulai Kerahkan Puluhan Kapal Selam)
”Ini jelas menunjukkan taktik ganda Korut, yakni dari kedua strategi damai dan perang terhadap Seoul,” lanjut pejabat itu. ”Kami terus mempertahankan kewaspadaan militer tingkat tinggi dan fokus pada perhatian yang dekat dengan gerakan militer Korut.”
Sementara itu, juru bicara Gedung Biru (kantor Kepresidenan Korsel), Min Kyung-wook, membenarkan bahwa perundingan kedua Korea berlangsung maraton.”Para delegasi terlibat pembicaraan selama berjam-jam di tengah situasi kritis di Semenanjung (Korea),” ujarnya, seperti dikutip Reuters.
PBB, Amerika Serikat dan China, kompak menyerukan kedua Korea untuk tetap tenang dan menahan diri. Yoo Ho-yeol, seorang profesor studi Korut di Universitas Korea di Seoul, mengatakan ada sesi luar biasa panjang untuk menandatangani sebuah perjanjian dalam perundingan kedua Korea kali ini.
”Mereka tidak berbicara demi kerusakan, tetapi demi perjanjian. Harus ada banyak ‘fine-tuning’ danyang meyakinkan kedua belah pihak,” katanya.
Utusan kedua Korea pada Senin (24/8/2015) kembali bertemu di Desa Panmunjom, di Zona Demiliterisasi (DMZ) di wilayah perbatasan dua Korea untuk berunding menyelesaikan konflik yang nyaris memicu perang.
”Kami mendeteksi gerakan yang tidak biasa dari kapal selam Korut, (kapal-kapal selam) mereka telah meninggalkan pangkalan, dan Korut juga mengerahkan dua kali lipat kekuatan artileri di sepanjang perbatasan,” kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel, yang menolak diidentifikasi, seperti dikutip NBC News. (Baca: Korut Mulai Kerahkan Puluhan Kapal Selam)
”Ini jelas menunjukkan taktik ganda Korut, yakni dari kedua strategi damai dan perang terhadap Seoul,” lanjut pejabat itu. ”Kami terus mempertahankan kewaspadaan militer tingkat tinggi dan fokus pada perhatian yang dekat dengan gerakan militer Korut.”
Sementara itu, juru bicara Gedung Biru (kantor Kepresidenan Korsel), Min Kyung-wook, membenarkan bahwa perundingan kedua Korea berlangsung maraton.”Para delegasi terlibat pembicaraan selama berjam-jam di tengah situasi kritis di Semenanjung (Korea),” ujarnya, seperti dikutip Reuters.
PBB, Amerika Serikat dan China, kompak menyerukan kedua Korea untuk tetap tenang dan menahan diri. Yoo Ho-yeol, seorang profesor studi Korut di Universitas Korea di Seoul, mengatakan ada sesi luar biasa panjang untuk menandatangani sebuah perjanjian dalam perundingan kedua Korea kali ini.
”Mereka tidak berbicara demi kerusakan, tetapi demi perjanjian. Harus ada banyak ‘fine-tuning’ danyang meyakinkan kedua belah pihak,” katanya.
(mas)