Ulang Tahun ke-89, Fidel Castro Menghukum Amerika

Jum'at, 14 Agustus 2015 - 11:28 WIB
Ulang Tahun ke-89, Fidel...
Ulang Tahun ke-89, Fidel Castro Menghukum Amerika
A A A
HAVANA - Mantan Presiden Kuba, Fidel Castro, merayakan ulang tahun ke-89 pada Kamis kemarin. Pada momen ulang tahunnya itu, Castro “menghukum” Pemerintah Amerika Serikat (AS), di mana dia menuntut AS membayar jutaan dolar sebagai kompensasi atas embargo yang dijatuhkan AS selama 50 tahun terhadap Kuba.

Tuntutan itu ditulis Fidel Castro dalam esai di surat kabar Granma, di mana dia menjadi kontributornya. ”Kuba harus menerima kompensasi, setara dengan kerusakan, sebesar jutaan dolar, karena negara kita telah dilaporkan dan didokumentasikan yang terbantahkan di PBB,” tulis Castro.

Castro menilai AS berutang banyak pada Kuba selama kedua negara itu terlibat “Perang Dingin” selama setengah abad. Setelah Fidel Castro pensiun karena masalah kesehatan, jabatannya diserahkan pada adiknya, Raul Castro.

Di era Raul Castro inilah, AS dan Kuba berdamai. Publikasi esai dan ulang tahun Fudel Castro berlangsung menjelang malam pembukaan Kedutaan Besar AS di Havana. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, diharapkan tiba ke Havana untuk upacara pembukaan.

Departemen Luar Negeri AS telah menanggapi pernyataan Fidel Castro itu. Menurut departemen itu, dijalinnya kembali hubungan diplomatik kedua negara tidak termasuk membahas tentang pembayaran atas kerugian Havana akibat embargo panjang dari AS di masa lalu.

”Ada banyak masalah dalam proses normalisasi, saya menduga akan dibahas," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby. ”Saya telah melihat bahwa (reparasi) adalah salah satu dari (keinginan) mereka,” lanjut Kirby.

Menurut laporan Reuters, Jumat (14/8/2015), ulang tahun Fidel Castro kali ini dia rayakan bersama para sekutu “kiri”-nya. Yakni, Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan Presiden Bolivia, Evo Morales. Kedua sekutu Castro itu selama ini jadi pendukung setia Pemerintah Komunis Kuba.
(mas)
Berita Terkait
China Memata-matai Amerika...
China Memata-matai Amerika Serikat dari Kuba, Ini Reaksi Biden
Kuba: AS Lakukan Kampanye...
Kuba: AS Lakukan Kampanye Kotor Terhadap Bantuan Medis Kami
Kedubesnya Diberondong...
Kedubesnya Diberondong Tembakan, Kuba Salahkan Trump
AS Pertimbangkan Masukkan...
AS Pertimbangkan Masukkan Kembali Kuba ke Daftar Negara Sponsor Teroris
Hadapi Invasi Militer...
Hadapi Invasi Militer AS, Presiden Kuba: Akan Ada Pertumparah Darah
Kembali Dimasukan Dalam...
Kembali Dimasukan Dalam Daftar Negara Pendukung Teroris, Kuba Sebut AS Munafik
Berita Terkini
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
34 menit yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
55 menit yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
2 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
3 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
4 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved