WikiLeaks Gelar Sayembara Berhadiah 110 Ribu USD

Rabu, 12 Agustus 2015 - 13:44 WIB
WikiLeaks Gelar Sayembara...
WikiLeaks Gelar Sayembara Berhadiah 110 Ribu USD
A A A
WASHINGTON - Situs kontroversial WikiLeaks mengadakan sayembara dengan hadiah yang cukup menggiurkan. Situs yang dimiliki oleh Julian Assange ini memberikan hadiah 110 ribu USD bagi siapa saja yang bisa mendapatkan dokumen rahasia perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan Eropa.

Pengumuman sayembara itu sekaligus menandai kegiatan pengumpulan uang untuk membayar mereka yang bisa mengungkap secara detail rencana untuk perdagangan transatlantik dan kemitraan investasi, demikian seperti dikutip dari laman CNN, Rabu (12/8/2015).

Sejauh ini, dana yang terkumpul telah mencapai 25 ribu USD. Diantara para donatur terselip nama-nama tenar macam desainer Vivienne Westwood, mantan Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis, dan pendiri situs itu sendiri Julian Assange.

"WikiLeaks mengambil langkah untuk memastikan masyarakat Eropa akhirnya bisa membaca perjanjian monster dalam dunia perdagangan," begitu bunyi pernyataan WikiLeaks.

Komisi Eropa yang bertanggung jawab atas negosiasi serta kesepakatan perdagangan dan investasi dengan AS itu mengaku akan transparan dalam setiap usaha perdagangan yang dilakukan. Kedua belah pihak telah memiliki situs yang memuat informasi tentang kesepakan perdagangan Transatlantic tersebut.

Sayembara dengan hadiah yang sama juga berlaku bagi mereka yang bisa memberikan informasi terbaru tentang pembicaraan perdagangan untuk Kemitraan Trans-Pasifik yang sedang berlangsung. Pembicaraan tentang kesepakatan itu sedang berlangsung yang melibatkan AS dengan 11 negara lainnya.

Pembicaraan mengenai kesepakatan Trans-Pasifik ini sebelumnya telah menuai kritik terkait beberapa isu. Kesepakatan ini dikhawatirkan akan menghancurkan bisnis otomotif Jepang dan merugikan pihak petani. Sedangkan di Australia, konsumen akan dipaksa untuk membayar lebih mahal atas obat karena harus membayar ongkos paten obat tersebut dan mencegah obat generik menguasai pasar.
(esn)
Berita Terkait
AS Menang Banding, Julian...
AS Menang Banding, Julian Assange Terancam Diekstradisi
CIA Ingin Habisi Assange,...
CIA Ingin Habisi Assange, Siap Tempur dengan Agen Rusia di Jalanan London
China: Kasus Assange...
China: Kasus Assange Cerminkan Kemunafikan AS dan Inggris pada Kebebasan Pers
Penolakan Ekstradisi...
Penolakan Ekstradisi Assange Jadi Pukulan bagi AS
PM Australia Frustrasi...
PM Australia Frustrasi soal Nasib Bos WikiLeaks Julian Assange
Akankah Pendiri WikiLeaks...
Akankah Pendiri WikiLeaks Julian Assange Diekstradisi ke AS?
Berita Terkini
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
16 menit yang lalu
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
57 menit yang lalu
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
1 jam yang lalu
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
2 jam yang lalu
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
4 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved