Mantan Ketua MK RI Mengaku Coba Selamatkan Duo Bali Nine

Senin, 10 Agustus 2015 - 16:07 WIB
Mantan Ketua MK RI Mengaku...
Mantan Ketua MK RI Mengaku Coba Selamatkan Duo Bali Nine
A A A
SYDNEY - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia (RI), Profesor Jimly Asshiddiqie, mengaku berada di belakang layar untuk mencoba menyelamatkan dua gembong narkoba Bali Nine asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari eksekusi mati.

Pengakuan Jimly itu disampaikan ketika dia berada di Australia dan dikutip media-media setempat, Senin (10/8/2015). Jimly mengklaim upayanya itu berhasil membuat eksekusi duo Bali Nine ditunda dua kali.

Kepada News Corp Australia, Jimly mengungkapkan bahwa dia secara pribadi telah berbicara dengan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia dalam upayanya untuk menyelamatkan nyawa duo Bali Nine. Namun, pada akhirnya dua pemuda Australia itu tetap dieksekusi mati di Nusakambangan pada 29 April 2015.

Jimly menyampaikan hal itu menjelang pidatonya di Melbourne Law School. Berbagai pertimbangan disampaikan Jimly saat berupaya menyelamatkan duo Bali Nine, seperti pertimbangan politik, penjara yang penuh sesak, reaksi Australia terhadap eksekusi jika dilakukan, masalah grasi Schapelle Corby hingga persepsi bahwa kehidupan di Australia lebih penting daripada kehidupan di Indonesia.

”Saya berbicara dengan Wakil Presiden dan saya berbicara juga kepada Presiden,” kata Jimly. Saat itu, dia berharap bahwa penundaan eksekusi bisa mengubah keputusan pengadilan melalui banding.

”Selama periode penundaan eksekusi, saya mencoba untuk membahas alternatif lain,” ujarnya. Dia mengatakan usulan Australia untuk menukar duo Bali Nine dengan warga Indonesia yang dipenjara di Australia tidak dipandang baik oleh Pemerintah Indonesia.

Tapi, pada akhirnya, Presiden Indonesia, Joko Widodo, tetap memutuskan eksekusi terhadap duo Bali Nine dengan alasan Indonesia sedang dalam situasi “darurat narkoba”.

Jimly mengaku upayanya itu sia-sia. Dia juga kecewa karena pada akhirnya eksekusi mati tetap dijalankan.
(mas)
Berita Terkait
Nenek Gembong Narkoba...
Nenek Gembong Narkoba Tak Jadi Dieksekusi di Indonesia, Dipulangkan ke Inggris
Setelah Mary Jane, Indonesia...
Setelah Mary Jane, Indonesia Bakal Bebaskan 5 Gembong Narkoba Bali Nine
China Hukum Mati Gembong...
China Hukum Mati Gembong Narkoba Australia
China Hukum Mati Gembong...
China Hukum Mati Gembong Narkoba Australia, Canberra Marah
Arab Saudi Eksekusi...
Arab Saudi Eksekusi Pria Yordania yang Diklaim Disiksa agar Mengaku Jadi Gembong Narkoba
Terbukti Miliki Sabu...
Terbukti Miliki Sabu 13 Kg dan 2.200 Pil Ekstasi, Terdakwa Niko Rafhika Dituntut Pidana Mati
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
55 menit yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
1 jam yang lalu
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
2 jam yang lalu
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
2 jam yang lalu
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
2 jam yang lalu
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
7 jam yang lalu
Infografis
Wakil Ketua DPR RI Azis...
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Ditangkap KPK di Rumah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved