Rampok Bank Mosul Rp13 T, Militan ISIS Digaji Rp13 Juta/Bulan
Sabtu, 25 Juli 2015 - 11:51 WIB
Rampok Bank Mosul Rp13 T, Militan ISIS Digaji Rp13 Juta/Bulan
A
A
A
WASHINGTON - ISIS menggaji militanna sebesar USD1.000 (dolar AS) atau sekitar Rp13 juta per bulan. Gaji sebesar itu diberikan setelah ISIS merampok bank di Kota Mosul, Irak utara, hingga USD1 miliar atau sekitar Rp13,4 triliun.
Daniel Glaser, Asisten Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Dana Terorisme, dalam Forum Keamanan di Aspen mengatakan, ketika militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerang Mosul pada Juni 2014, mereka merampok cadangan uang di lebih dari 90 bank. Dana yang dirampok itu, kata Glaser mencapai sekitar USD1 miliar.
Informasi laporan gaji para militan ISIS itu dia peroleh catatan “treasure trove” (harta karun) milik komandan ISIS, Abu Sayyaf, yang tewas dalam operasi pasukan khusus AS pada bulan Mei lalu di Suriah.
Glaser, seperti dikutip Fox News, Jumat (24/7/2015), mengatakan bahwa pendapatan ISIS dari sektor minyak sekitar USD40 juta per bulan, dan upah militan ISIS sekitar USD1.000 per bulan.
Bocoran Glaser itu datang pada hari yang sama, ketika Senator AS, John McCain dan Kelly Ayotte, mengkonfirmasi data perang terhadap ISIS kepada petinggi Marinir AS, Jenderal Bob Neller.
Ayotte menanyakan tentang langkah militr AS dalam perang terhadap ISIS di Irak. Neller menjawab; ”Saya pikir kita melakukan apa yang perlu kita lakukan sekarang.” Neller tak percaya dengan laporan media bahwa ISIS memenangkan perang di Irak.
Jawaban Neller itu membuat McCain marah. ”Anda tahu, saya tidak tahu di mana Anda berada. Jelas ISIS menang di Irak,” katanya.
Daniel Glaser, Asisten Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Dana Terorisme, dalam Forum Keamanan di Aspen mengatakan, ketika militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerang Mosul pada Juni 2014, mereka merampok cadangan uang di lebih dari 90 bank. Dana yang dirampok itu, kata Glaser mencapai sekitar USD1 miliar.
Informasi laporan gaji para militan ISIS itu dia peroleh catatan “treasure trove” (harta karun) milik komandan ISIS, Abu Sayyaf, yang tewas dalam operasi pasukan khusus AS pada bulan Mei lalu di Suriah.
Glaser, seperti dikutip Fox News, Jumat (24/7/2015), mengatakan bahwa pendapatan ISIS dari sektor minyak sekitar USD40 juta per bulan, dan upah militan ISIS sekitar USD1.000 per bulan.
Bocoran Glaser itu datang pada hari yang sama, ketika Senator AS, John McCain dan Kelly Ayotte, mengkonfirmasi data perang terhadap ISIS kepada petinggi Marinir AS, Jenderal Bob Neller.
Ayotte menanyakan tentang langkah militr AS dalam perang terhadap ISIS di Irak. Neller menjawab; ”Saya pikir kita melakukan apa yang perlu kita lakukan sekarang.” Neller tak percaya dengan laporan media bahwa ISIS memenangkan perang di Irak.
Jawaban Neller itu membuat McCain marah. ”Anda tahu, saya tidak tahu di mana Anda berada. Jelas ISIS menang di Irak,” katanya.
(mas)