Kesepakatan Nuklir Iran, Kekalahan Kaum Neo-Konservatif AS

Jum'at, 24 Juli 2015 - 16:33 WIB
Kesepakatan Nuklir Iran,...
Kesepakatan Nuklir Iran, Kekalahan Kaum Neo-Konservatif AS
A A A
WASHINGTON - Politisi senior Amerika Serikat (AS) Ron Paul menyatakan kesepakatan nuklir Iran merupakan pukulan dan kekalahan telak bagi kaum neo-konservatif AS. Kaum neo-konservatif di AS mayoritas adalah anggota dan pendukung partai Republik, yang memang selalu mencari celah untuk bisa menyerang Iran.

Paul, yang berpendapat melalui tulisan di kolom opini di media setempat mengatakan pada awalnya dirinya sangat menyayangkan tekanan yang diberikan enam negara kekuatan dunia kepada Iran, soal pengembangan teknologi mereka. Padahal, menurut Paul tidak pernah ada bukti yang menunjukan jika Iran telah mengembangkan senjata nuklir, semua hanya berdasarkan dugaan.

"Tetapi jika hasil utama dari kesepakatan ini adalah penghentian sanksi, dan setidaknya penangguhan sementara dari tuntutan yang diajukan oleh neo-konservatif yang konstan terus menyerukan peperangan. Ada banyak yang bisa dirayakan dari kesepakatan itu," kata Paul, seperti dilansir Iran Daily pada Jumat (24/7/2015).

Dirinya juga menuturkan, neo-konservatif juga tidak akan tinggal diam meratapi kekalahan mereka. Ini terlihat dengan upaya mereka untuk menggiring opini publik melalui media. "Tapi tetap saja sulit, mereka tidak mungkin untuk mengumpulkan cukup suara di Kongres untuk membunuh kesepakatan itu," sambungnya.

Politisi yang pernah mengajukan diri sebagai calon Presiden AS juga itu mengingatkan kepada warga dan pemerintah AS, mengenai siapa yang harus mereka dukung. Kelompok neo-konservatif yang menginginkan konflik dengan Iran, atau kelompok moderat yang melihat keuntungan hubungan dengan Iran.

Sementara itu, dalam tulisannya Paul juga tidak lupa mengomentarai mengenai normalisasi hubungan AS dan Kuba, yang menurutnya sebagai prestasi besar dalam dunia diplomasi AS.

"Seiring dengan berlangsungnya proses normalisasi hubungan dengan Kuba, langkah ini menunjukkan bahwa diplomasi dapat menghasilkan damai, perubahan positif. Presiden harus dipuji untuk kedua prestasi tersebut," imbuhnya.
(esn)
Berita Terkait
Iran Umumkan Perundingan...
Iran Umumkan Perundingan Nuklir dengan Rusia dan China
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Trump Surati Pemimpin...
Trump Surati Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei, Desak Perundingan Nuklir
Iran Siap Pertukaran...
Iran Siap Pertukaran Seluruh Tahanan dengan Amerika Serikat
Video Bocor, Biden Akui...
Video Bocor, Biden Akui Kesepakatan Nuklir Iran Mati Meski Perundingan Berlanjut
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Berita Terkini
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
2 menit yang lalu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
4 menit yang lalu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
1 jam yang lalu
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
1 jam yang lalu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
1 jam yang lalu
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
2 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved