Tolak Khilafah ISIS, 5 Wanita Irak dan Anak-anaknya Dibakar
Jum'at, 10 Juli 2015 - 10:31 WIB
Tolak Khilafah ISIS, 5 Wanita Irak dan Anak-anaknya Dibakar
A
A
A
RAMADI - Seorang pemimpin suku di Irak menceritakan tindakan kejam militan ISIS yang membakar lima wanita Irak beserta anak-anak mereka. Para korban itu dibakar karena menolak mengakui “khilafah” ISIS.
Kejadian itu berlangsung di wilayah Provinsi Anbar, Irak barat. Pemimpin silu al-Bounmar di Anbar, Sheikh Naim el-Kaoud, kepada koran Arab SaudiAsharq al-Awsat, mengatakan lima wanita dan anak-anak mereka dibakar militan ISIS di depan warga di lingkungan Al-Jamiya, Heet, sebuah kota yang berjarak 31 mil dari sebelah barat Ramadi.
Analis keamanan nasional untuk Clarion Project, Ryan Mauro, berpendapat tindakan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu sebagai pemahaman “jihad” versi mereka.
”ISIS bisa berpendapat bahwa jihad memiliki makna makna bergabung dengan ISIS. Artinya, wajib bagi semua Muslim, sehingga penolakan dari warga sipil itu memenuhi syarat bagi mereka untuk mengeksekusi korban yang dianggap murtad,” kata Mauro.
”Kisah seperti ini juga efektif untuk ISIS karena mengingatkan (warga Muslim setempat) atas harga yang mereka akan bayar untuk berdiri untuk kelompok itu,” lanjut dia, sebagaimana diberitakanFox News,8 Juli 2015.
”Cerita dari pemimpin suku menunjukkan bahwa pembakaran warga sipil secara hidup-hidup dan menganiaya anak kini diterima di antara anggota ISIS,” lanjut Mauro.”ISIS membenarkan pembakaran pilot Yordania yang ditangkap (Mouath al-Kasaesbeh) dengan menyatakan bahwa itu dibenarkan dalam ajaran mereka.”
Kejadian itu berlangsung di wilayah Provinsi Anbar, Irak barat. Pemimpin silu al-Bounmar di Anbar, Sheikh Naim el-Kaoud, kepada koran Arab SaudiAsharq al-Awsat, mengatakan lima wanita dan anak-anak mereka dibakar militan ISIS di depan warga di lingkungan Al-Jamiya, Heet, sebuah kota yang berjarak 31 mil dari sebelah barat Ramadi.
Analis keamanan nasional untuk Clarion Project, Ryan Mauro, berpendapat tindakan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu sebagai pemahaman “jihad” versi mereka.
”ISIS bisa berpendapat bahwa jihad memiliki makna makna bergabung dengan ISIS. Artinya, wajib bagi semua Muslim, sehingga penolakan dari warga sipil itu memenuhi syarat bagi mereka untuk mengeksekusi korban yang dianggap murtad,” kata Mauro.
”Kisah seperti ini juga efektif untuk ISIS karena mengingatkan (warga Muslim setempat) atas harga yang mereka akan bayar untuk berdiri untuk kelompok itu,” lanjut dia, sebagaimana diberitakanFox News,8 Juli 2015.
”Cerita dari pemimpin suku menunjukkan bahwa pembakaran warga sipil secara hidup-hidup dan menganiaya anak kini diterima di antara anggota ISIS,” lanjut Mauro.”ISIS membenarkan pembakaran pilot Yordania yang ditangkap (Mouath al-Kasaesbeh) dengan menyatakan bahwa itu dibenarkan dalam ajaran mereka.”
(mas)