Iran Samakan Agresi Saudi di Yaman dengan Aksi Zionis di Gaza
Kamis, 09 Juli 2015 - 12:33 WIB
Iran Samakan Agresi Saudi di Yaman dengan Aksi Zionis di Gaza
A
A
A
TEHERAN - Pemerintah Iran mengecam agresi Arab Saudi dan koalisinya di Yaman. Iran bahkan menyamakan agresi Saudi itu dengan tindakan Zionis Israel dalam perang Gaza 2014 lalu.
Komentar itu disampaikan Waki Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir Abdollahian. ”Sikap agresif dari Arab Saudi, sebagai negara Muslim, terhadap anak dan perempuan Muslim Yaman mengingatkan pada tindakan Zionis dalam (perang terkepung) di Jalur Gaza dan memalukan dunia Islam dan Arab,” katanya.
Saudi selama ini mengklaim agresi di Yaman untuk memerangi pemberontak Houthi atas permintaan presiden sah Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi. Presiden Hadi telah melarikan diri dari Yaman dan meminta perlindungan ke Riyadh, Arab Saudi.
Data Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyatakan, serangan Saudi dan koalisinya di Yaman sejak Maret 2015 telah menewaskan sedikitnya 5.133 orang dan melukai sekitar 15 ribu orang.
Komentar diplomat senior Iran itu bertepatan dengan peringatan setahun Perang Gaza. Meski perang antara Hamas dan Israel selama 50 hari itu sudah setahun berlalu, namun penderitaan rakyat Gaza, Palestina belum berakhir. Banyak warga, terutama anak-anak masih ketakutan dan trauma. Banyak bangunan yang hancur juga belum dibangun.
Selain mengkritik Saudi, Abdollahian juga mengecam Israel dan ISIS. Menurutnya, Israel adalah satu-satunya negara yang menikmati keuntungan atas tindakan brutal kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Timur Tengah.
“Israel dan ISIS adalah dua sisi mata uang yang sama!,” katanya. Menurutnya, Israel adalah sponsor utama terorisme.”Negara Yahudi itu adalah pemenang dari aksi terorisme dan perusakan yang dilakukan oleh kelompok teroris ISIS di wilayah tersebut,” ujarnya, seperti dilansir IB Times, Kamis (9/7/2015).
Komentar itu disampaikan Waki Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir Abdollahian. ”Sikap agresif dari Arab Saudi, sebagai negara Muslim, terhadap anak dan perempuan Muslim Yaman mengingatkan pada tindakan Zionis dalam (perang terkepung) di Jalur Gaza dan memalukan dunia Islam dan Arab,” katanya.
Saudi selama ini mengklaim agresi di Yaman untuk memerangi pemberontak Houthi atas permintaan presiden sah Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi. Presiden Hadi telah melarikan diri dari Yaman dan meminta perlindungan ke Riyadh, Arab Saudi.
Data Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyatakan, serangan Saudi dan koalisinya di Yaman sejak Maret 2015 telah menewaskan sedikitnya 5.133 orang dan melukai sekitar 15 ribu orang.
Komentar diplomat senior Iran itu bertepatan dengan peringatan setahun Perang Gaza. Meski perang antara Hamas dan Israel selama 50 hari itu sudah setahun berlalu, namun penderitaan rakyat Gaza, Palestina belum berakhir. Banyak warga, terutama anak-anak masih ketakutan dan trauma. Banyak bangunan yang hancur juga belum dibangun.
Selain mengkritik Saudi, Abdollahian juga mengecam Israel dan ISIS. Menurutnya, Israel adalah satu-satunya negara yang menikmati keuntungan atas tindakan brutal kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Timur Tengah.
“Israel dan ISIS adalah dua sisi mata uang yang sama!,” katanya. Menurutnya, Israel adalah sponsor utama terorisme.”Negara Yahudi itu adalah pemenang dari aksi terorisme dan perusakan yang dilakukan oleh kelompok teroris ISIS di wilayah tersebut,” ujarnya, seperti dilansir IB Times, Kamis (9/7/2015).
(mas)