Australia Suap Penyelundup Manusia, RI Tuntut Penjelasan
Sabtu, 13 Juni 2015 - 13:27 WIB
Australia Suap Penyelundup Manusia, RI Tuntut Penjelasan
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menunut penjelasan dari Pemerintah Australia soal laporan yang menyebut pejabat Australia menyuap para penyelundup manusia agar membawa para pencari suaka ke wilayah Indonesia.
Laporan itu semula muncul dari pengakuan para penyelundup manusia, yakni kapten dan para awak kapal pembawa puluhan pencari suaka asal Bangladesh, Sri Lanka dan Myanmar. Mereka saat diinterogasi polisi Rote, Indonesia, mengaku menerima suap itu.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi pada Sabtu (13/6/2015) mengatakan, pihaknya telah bertanya secara langsung kepada Duta Besar Australia, Paul Grigson mengenai laporan itu. Grigson pun akan menyampaikan pertanyaan Menlu Retno itu kepada pemerintah pusat Australia di Canbera. (Baca: Licik, Australia Suap Penyelundup Manusia agar ke Indonesia)
"Dalam beberapa hari terakhir kita melakukan pembicaraan yang sangat intens, komunikasi yang intens dengan pihak kepolisian, dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, termasuk inventigasi yang mereka lakukan sejauh ini," kata Menlu Retno.
"Dan berdasarkan hasil investigasi, berdasarkan informasi yang polisi terima, mereka (kapten dan kru kapal) mengakui mendapatkan (uang suap) US$ 5 ribu,” lanjut Retno. (Baca: Indonesia Investigasi Suap Australia pada Penyelundup Manusia)
“Jadi, saya memeriksa hal ini kepada Dubes Autsralia, saya baru bertanya kepadanya apa yang sebenarnya terjadi, katakanlah apakah itu? Dan dia berjanji untuk membawa pertanyaan saya, rasa ingin tahu saya ke Canbera, dan dia berjanji untuk membawa agenda tersebut,” imbuh Retno.
Sebelumnya diberitakan Sindonews.com, Pemerintah Indonesia pada awalnya kaget dengan laporan suap itu. Pemerintah memastikan kasus ini akan diinvestigasi hingga tuntas.
Laporan itu semula muncul dari pengakuan para penyelundup manusia, yakni kapten dan para awak kapal pembawa puluhan pencari suaka asal Bangladesh, Sri Lanka dan Myanmar. Mereka saat diinterogasi polisi Rote, Indonesia, mengaku menerima suap itu.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi pada Sabtu (13/6/2015) mengatakan, pihaknya telah bertanya secara langsung kepada Duta Besar Australia, Paul Grigson mengenai laporan itu. Grigson pun akan menyampaikan pertanyaan Menlu Retno itu kepada pemerintah pusat Australia di Canbera. (Baca: Licik, Australia Suap Penyelundup Manusia agar ke Indonesia)
"Dalam beberapa hari terakhir kita melakukan pembicaraan yang sangat intens, komunikasi yang intens dengan pihak kepolisian, dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, termasuk inventigasi yang mereka lakukan sejauh ini," kata Menlu Retno.
"Dan berdasarkan hasil investigasi, berdasarkan informasi yang polisi terima, mereka (kapten dan kru kapal) mengakui mendapatkan (uang suap) US$ 5 ribu,” lanjut Retno. (Baca: Indonesia Investigasi Suap Australia pada Penyelundup Manusia)
“Jadi, saya memeriksa hal ini kepada Dubes Autsralia, saya baru bertanya kepadanya apa yang sebenarnya terjadi, katakanlah apakah itu? Dan dia berjanji untuk membawa pertanyaan saya, rasa ingin tahu saya ke Canbera, dan dia berjanji untuk membawa agenda tersebut,” imbuh Retno.
Sebelumnya diberitakan Sindonews.com, Pemerintah Indonesia pada awalnya kaget dengan laporan suap itu. Pemerintah memastikan kasus ini akan diinvestigasi hingga tuntas.
(mas)