Mantan Menhan AS Sebut Bush Penyebab Kekacauan di Irak
Senin, 08 Juni 2015 - 15:18 WIB
Mantan Menhan AS Sebut Bush Penyebab Kekacauan di Irak
A
A
A
WASHINGTON - Mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Donald Rumsfeld menyebut mantan Presiden AS George W Bush sebagai pihak yang bertanggung jawab atas situasi Irak saat ini. Menurutnya, Bush telalu memaksakan demokrasi untuk diadopsi di Irak, yang akhirnya membuat negara tersebut kacau.
Rumsfeld menyatakan, dirinya sudah menduga sedari awal bahwa apa yang dilakukan oleh mantan pemimpin AS itu adalah sebuah kesalahan besar. Dalam pandangannya, tidak semua negara akan cocok dengan sistem demokrasi yang dianut oleh AS.
“Bukan saya yang berpikir bahwa contoh demokrasi kami (AS) cocok untuk dipakai negara lain pada setiap kesempatan dalam sejarah mereka. Gagasan untuk mengadopsi demokrasi di Irak terlihat tidak realistis bagi saya. Saya memiliki kecemasan mengenai hal itu saat pertama kali mendengarnya,” kata Rumsfeld kala melakukan wawancara dengan majalah di AS, seperti dilansir Russia Today pada Senin (8/6/2015).
Selain menyalahkan Bush atas konflik di Irak, Rumsfeld juga turut menyalahkan pemerintahan AS saat ini di bawah pimpinan Barack Obama atas terus belarut-larutnya konflik di Timur Tengah. Rumsfeld berpendapat, Obama telah gagal menunjukan kepemimpinannya.
“Kita tidak dapat mengatur dunia, terlalu besar, tapi orang-orang ingin tahu mengenai masa depan mereka dan risiko yang ada. Seorang pemimpin harus dapat memberi tahu mereka apa yang terjadi dan memiliki nyali untuk berdiri dan berkata, ‘ini yang saya pikirkan,” katanya.
Rumsfeld menyatakan, dirinya sudah menduga sedari awal bahwa apa yang dilakukan oleh mantan pemimpin AS itu adalah sebuah kesalahan besar. Dalam pandangannya, tidak semua negara akan cocok dengan sistem demokrasi yang dianut oleh AS.
“Bukan saya yang berpikir bahwa contoh demokrasi kami (AS) cocok untuk dipakai negara lain pada setiap kesempatan dalam sejarah mereka. Gagasan untuk mengadopsi demokrasi di Irak terlihat tidak realistis bagi saya. Saya memiliki kecemasan mengenai hal itu saat pertama kali mendengarnya,” kata Rumsfeld kala melakukan wawancara dengan majalah di AS, seperti dilansir Russia Today pada Senin (8/6/2015).
Selain menyalahkan Bush atas konflik di Irak, Rumsfeld juga turut menyalahkan pemerintahan AS saat ini di bawah pimpinan Barack Obama atas terus belarut-larutnya konflik di Timur Tengah. Rumsfeld berpendapat, Obama telah gagal menunjukan kepemimpinannya.
“Kita tidak dapat mengatur dunia, terlalu besar, tapi orang-orang ingin tahu mengenai masa depan mereka dan risiko yang ada. Seorang pemimpin harus dapat memberi tahu mereka apa yang terjadi dan memiliki nyali untuk berdiri dan berkata, ‘ini yang saya pikirkan,” katanya.
(esn)