Digantung ISIS, Bocah Suriah Disetrum

Selasa, 02 Juni 2015 - 14:32 WIB
Digantung ISIS, Bocah...
Digantung ISIS, Bocah Suriah Disetrum
A A A
RAQQA - Bocah Suriah berusia 14 tahun disiksa militan ISIS di wilayah Raqqa. Bocah itu digantung di pergelangan tangannya, dipukuli dan disetrum setelah dituduh menanam bom di Raqqa.

Penyiksaan itu direkam anggota ISIS yang kini membelot. Rekaman itu diperoleh BBC. Bocah benama Ahmed itu masih selamat dan melarikan diri ke Turki.

Ahmed menceritakan, bahwa dia digantung di pergelangan tangannya oleh dua militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang mengenakan penutup muka. Sedangkan kaki Ahmed diikat dan matanya ditutup.

Sebelum matanya ditutup, Ahmed melihat para militan itu membawa pisau, pistol dan senapan AK-47. Setelah berada di Turki, dia menceritakan kekejaman buruk yang dia alami itu kepada BBC yang dilansir semalam.

”Saya pikir saya akan mati dan meninggalkan orangtua saya, saudara saya, teman-teman saya, dan keluarga saya. Saya pikir saya akan mati,” ujar Ahmed. ”Mereka mulai memukul saya, menyentrum saya agar mengaku. Saya mengatakan kepada mereka segala sesuatu.”

Ahmed mengatakan bahwa dia menjual roti di Raqqa untuk membantu keluarganya. Namun, dia didekati dua orang yang dia kenal, yang memintanya untuk menempatkan tas di dekat tempat pertemuan ISIS. Ahmedn mengklaim bahwa, dia ditipu untuk menanam bom dan militan ISIS menangkapnya.

Sejak itu, dia ditahan dan disiksa selama dua hari sampai dia memberikan informasi. ”Ketika mereka menyetrum saya, saya berteriak, memanggil ibu saya,” kata Amed.

”Tapi begitu saya lakukan itu, (salah satu penyiksa) menaikkan tegangan lebih tinggi. Jangan membawa-bawa ibumu di dalamnya,” kata Ahmed menirukan ucapan militan ISIS yang menyiksanya.

Pembelot ISIS yang merekam penyiksaan itu mengatakan bahwa video itu sengaja dibuat untuk tujuan propaganda. Pembelot itu mengaku ada dua korban lainnya selain Ahmed, namun nasib keduanya tidak diketahui. Dia mengaku menyesal bergabung dengan ISIS.

”Saya menyesali setiap saat," kata pembelot yang identitasnya dilindungi. “Ketika saya bergabung ISIS, saya tidak yakin itu, tapi saya harus (bergabung). Meskipun berat, saya berharap bahwa orang yang saya sakiti akan memaafkan saya.”
(mas)
Berita Terkait
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Pemberontak Gelar Serangan...
Pemberontak Gelar Serangan Kejutan Skala Besar di Suriah
ISIS Dituding Curi Ribuan...
ISIS Dituding Curi Ribuan Domba di Suriah untuk Membiayai Sel-sel Teror
Reaksi terhadap Transisi...
Reaksi terhadap Transisi Suriah dan Kekhawatiran Kembalinya ISIS
ISIS Sergap Konvoi Pasukan...
ISIS Sergap Konvoi Pasukan Rezim Suriah, 26 Orang Tewas
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Berita Terkini
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
13 menit yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
1 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
1 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
3 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
4 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
5 jam yang lalu
Infografis
AS Bombardir ISIS, Trump:...
AS Bombardir ISIS, Trump: Kami akan Temukan dan Membunuhmu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved