Kabur, Tiga ABG Perempuan Inggris Diburu ISIS
Rabu, 13 Mei 2015 - 12:35 WIB
Kabur, Tiga ABG Perempuan Inggris Diburu ISIS
A
A
A
MOSUL - Tiga anak baru gede (ABG) perempuan asal Inggris yang bergabung dengan ISIS sejak beberapa bulan lalu dilaporkan melarikan diri dari kelompok itu. Mereka kini diburu ISIS di Mosul, Irak utara.
Tiga ABG perempuan Inggris, Amira Abase, Kadiza Sultana, dan Shamima Begum yang rata-rata berusia 16 tahun dilaporkan telah menikah dengan para militan Islamic of State Iraq and Syria (ISIS) sejak bergabung dengan kelompok itu.
Namun, sumber-sumber dari kelompok “Mosul Eye” (kelompok pemantau ISIS di Mosul) menyatakan bahwa ketiga remaja ABG perempuan itu melarikan diri. ”Kelompok teror sekarang benar-benar mencari mereka,” tulis Mosul Eye di halaman Facebook-nya.
Tiga remaja itu sempat menghebohkan Inggris setelah pada Februari lalu mereka meninggalkan London dan terbang ke Turki sebelumnya akhirnya menyeberang ke Suriah.
Kemudian, pada bulan lalu Amira menulis pesan di Twitter sembari memamerkan foto-foto kehidupan barunya di wilayah rezim ISIS di Irak. Salah satu foto yang dia pamerkan adalah pesta makanan besar, termasuk ayam goreng, flatbread, keripik, pizza, kebab dan minuman ringan.
Kelompok Mosul Eye menuliskan pesan khusus di halaman Facebook mereka tentang misi kelompok pemantau itu.”Untuk berkomunikasi tetang apa yang terjadi di Mosul ke seluruh dunia, menit demi menit dari sejarawan independen di Mosul,” bunyi pesan yang menjelaskan tujuan pendirian kelompok itu.
Kelompok penentang ISIS ini tetap memilih untuk anonim dan rajin melaporkan kondisi di Mosul dalam bahasa Inggris dan Arab. Sejumlah laporan yang pernah disampaikan kelompok ini antara lain eksekusi ISIS terhadap warga sipil dan korban warga sipil akibat serangan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS).
Aksi tiga ABG perempuan Inggris yang melarikan diri dari ISIS di Irak telah diinformasikan kelompok Mosul Eye pada tanggal 2 Mei 2015. ”Tiga anak perempuan (Inggris) menikah dengan militan ISIS, dilaporkan hilang, dan ISIS mengumumkan ke semua titik untuk mencari mereka. Hal ini diyakini bahwa gadis-gadis itu telah melarikan diri,” tulis kelompok itu di halaman Facebook-nya, seperti dikutip Daily Mail, Rabu (13/5/2015).
“Info terbaru, mereka masih dalam pelarian, tapi masih di Mosul, dan ISIS secara menyeluruh mencari mereka dan belum berhasil menangkap mereka. Mereka warga Inggris, bukan imigran, dan mereka remaja yang sangat muda (berusia sekitar 16 tahun),” lanjut keterangan Mosul Eye.
Tiga ABG perempuan Inggris, Amira Abase, Kadiza Sultana, dan Shamima Begum yang rata-rata berusia 16 tahun dilaporkan telah menikah dengan para militan Islamic of State Iraq and Syria (ISIS) sejak bergabung dengan kelompok itu.
Namun, sumber-sumber dari kelompok “Mosul Eye” (kelompok pemantau ISIS di Mosul) menyatakan bahwa ketiga remaja ABG perempuan itu melarikan diri. ”Kelompok teror sekarang benar-benar mencari mereka,” tulis Mosul Eye di halaman Facebook-nya.
Tiga remaja itu sempat menghebohkan Inggris setelah pada Februari lalu mereka meninggalkan London dan terbang ke Turki sebelumnya akhirnya menyeberang ke Suriah.
Kemudian, pada bulan lalu Amira menulis pesan di Twitter sembari memamerkan foto-foto kehidupan barunya di wilayah rezim ISIS di Irak. Salah satu foto yang dia pamerkan adalah pesta makanan besar, termasuk ayam goreng, flatbread, keripik, pizza, kebab dan minuman ringan.
Kelompok Mosul Eye menuliskan pesan khusus di halaman Facebook mereka tentang misi kelompok pemantau itu.”Untuk berkomunikasi tetang apa yang terjadi di Mosul ke seluruh dunia, menit demi menit dari sejarawan independen di Mosul,” bunyi pesan yang menjelaskan tujuan pendirian kelompok itu.
Kelompok penentang ISIS ini tetap memilih untuk anonim dan rajin melaporkan kondisi di Mosul dalam bahasa Inggris dan Arab. Sejumlah laporan yang pernah disampaikan kelompok ini antara lain eksekusi ISIS terhadap warga sipil dan korban warga sipil akibat serangan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS).
Aksi tiga ABG perempuan Inggris yang melarikan diri dari ISIS di Irak telah diinformasikan kelompok Mosul Eye pada tanggal 2 Mei 2015. ”Tiga anak perempuan (Inggris) menikah dengan militan ISIS, dilaporkan hilang, dan ISIS mengumumkan ke semua titik untuk mencari mereka. Hal ini diyakini bahwa gadis-gadis itu telah melarikan diri,” tulis kelompok itu di halaman Facebook-nya, seperti dikutip Daily Mail, Rabu (13/5/2015).
“Info terbaru, mereka masih dalam pelarian, tapi masih di Mosul, dan ISIS secara menyeluruh mencari mereka dan belum berhasil menangkap mereka. Mereka warga Inggris, bukan imigran, dan mereka remaja yang sangat muda (berusia sekitar 16 tahun),” lanjut keterangan Mosul Eye.
(mas)