Pembelot: Kim Jong-un Perintahkan Racuni Bibinya Sendiri
Selasa, 12 Mei 2015 - 10:36 WIB
Pembelot: Kim Jong-un Perintahkan Racuni Bibinya Sendiri
A
A
A
SEOUL - Seorang pembelot Korea Utara (Korut) memberikan kesaksikan yang mengejutkan. Dia menuding, pemimpin Korut, Kim Jong-un memerintahkan agar bibinya sendiri diracuni.
Pembelot yang kini berada di Korea Selatan (Korsel) hanya bersedia diidentifikasi nama marganya, yakni Park. Dia khawatir jika identitasnya diungkap, teman-teman dan keluarganya yang masih berada di Pyongyang bisa terancam.
”Pada tanggal 5 atau 6 Mei tahun lalu,” kata Park. "Kim Jong-un memerintahkan agar bibinya, Kim Kyong-hui untuk dibunuh oleh unit pengawalnya, satuan 974. Sekarang, para pejabat senior juga tahu dia diracun,” lanjut Park, seperti dilansir CNN, Selasa (12/5/2015).
Park mengatakan Kim Jong-un ingin membungkam bibinya sendiri setelah korban marah selama berbulan-bulan setelah suaminya yang merupakan orang nomor dua di Korut, Jang Song-thaek dieksekusi pada Desember 2013.
Nasib Kim Kyong-hui telah menjadi subjek spekulasi, karena dia menghilang dari publik pada September 2013, beberapa bulan sebelum kematian suaminya.
Berbagai laporan menunjukkan bahwa dia mengalami stroke, serangan jantung, hingga bunuh diri. Namun, pada bulan Februari tahun lalu, dia muncul di parlemen dan badan intelijen Korsel percaya bibi Kim Jong-un itu masih hidup.
Korut belum mengomentari tuduhan dari pembelot tersebut perihal kematian bibi Kim Jong-un. Sebelumnya, Korut menuding intelijen Korsel menebar fitnah dengan menuding Kim Jong-un memerintahkan eksekusi 15 pejabat senior Korut belum lama ini.
Pembelot yang kini berada di Korea Selatan (Korsel) hanya bersedia diidentifikasi nama marganya, yakni Park. Dia khawatir jika identitasnya diungkap, teman-teman dan keluarganya yang masih berada di Pyongyang bisa terancam.
”Pada tanggal 5 atau 6 Mei tahun lalu,” kata Park. "Kim Jong-un memerintahkan agar bibinya, Kim Kyong-hui untuk dibunuh oleh unit pengawalnya, satuan 974. Sekarang, para pejabat senior juga tahu dia diracun,” lanjut Park, seperti dilansir CNN, Selasa (12/5/2015).
Park mengatakan Kim Jong-un ingin membungkam bibinya sendiri setelah korban marah selama berbulan-bulan setelah suaminya yang merupakan orang nomor dua di Korut, Jang Song-thaek dieksekusi pada Desember 2013.
Nasib Kim Kyong-hui telah menjadi subjek spekulasi, karena dia menghilang dari publik pada September 2013, beberapa bulan sebelum kematian suaminya.
Berbagai laporan menunjukkan bahwa dia mengalami stroke, serangan jantung, hingga bunuh diri. Namun, pada bulan Februari tahun lalu, dia muncul di parlemen dan badan intelijen Korsel percaya bibi Kim Jong-un itu masih hidup.
Korut belum mengomentari tuduhan dari pembelot tersebut perihal kematian bibi Kim Jong-un. Sebelumnya, Korut menuding intelijen Korsel menebar fitnah dengan menuding Kim Jong-un memerintahkan eksekusi 15 pejabat senior Korut belum lama ini.
(mas)