Uni Eropa Menentang RI soal Rencana Eksekusi Warga Prancis

Jum'at, 24 April 2015 - 10:31 WIB
Uni Eropa Menentang...
Uni Eropa Menentang RI soal Rencana Eksekusi Warga Prancis
A A A
BRUSSELS - Uni Eropa menentang kebijakan Indonesia soal eksekusi mati yang akan dilakukan terhadap warga Prancis. Uni Eropa berdalih, eksekusi bukan jawaban untuk masalah kejahatan perdagangan narkoba.

”Uni Eropa benar-benar menentang hukuman mati. Hal ini tidak bisa menjadi jawaban untuk perdagangan narkoba,” kata Presiden Uni Eropa, Donald Tusk, mengacu pada rencana eksekusi terhadap Serge Atlaoui yang bakal dieksekusi atas tuduhan terlibat dalam kegiatan produksi di pabrik ekstasi di Tangerang.

Menurut laporan Reuters, Jumat (24/4/2015), para pejabat Kedutaan Besar di Indonesia, yang warganya masuk daftar terpidana mati telah diminta mengunjungi terpidana tersebut. Pemerintah Indonesia telah komitmen untuk menyampaikan pemberitahuan atau notifikasi kepada pemerintah terkait dalam tempo 72 jam sebelum eksekusi terhadap para terpidana mati dilakukan.

Setidaknya ada 10 terpidana mati kasus narkoba yang akan dieksekusi. Mereka berasal dari Australia (duo Bali Nine), Prancis, Brasil, Filipina, Nigeria, Ghana dan dari Indonesia sendiri. Semua grasi yang diajukan para terpidana mati itu telah ditolak Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelum keberatan dari Uni Eropa muncul, Presiden Prancis, Francois Hollande, juga menyuarakan protes serupa. ”Menghapus hukuman mati bagi kita adalah prinsip mutlak. Untuk Serge Atlaoui, kematian tidak bisa menjadi sanksi utama,” kata Hollande setelah menghadiri pertemuan puncak darurat Uni Eropa terkait masalah imigran di Brussels.
(mas)
Berita Terkait
Moskow Sanksi Pejabat...
Moskow Sanksi Pejabat UE, Prancis Panggil Dubes Rusia
Prancis Tetapkan Status...
Prancis Tetapkan Status Siaga Tinggi Flu Burung
UE Mengaku Terkejut...
UE Mengaku Terkejut dengan Aksi Pemenggalan Guru di Prancis
Zelensky: Status Kandidat...
Zelensky: Status Kandidat UE Ukraina Dapat Perkuat Kebebasan di Eropa
Rima Hassan: Israel...
Rima Hassan: Israel Dipandang sebagai Pos Terdepan Barat di Timur
Negara-negara Anggota...
Negara-negara Anggota UE Setuju Tampung 40.000 Pengungsi Afghanistan
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
1 jam yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
2 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
3 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
4 jam yang lalu
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
6 jam yang lalu
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
6 jam yang lalu
Infografis
Serahkan Kendali ke...
Serahkan Kendali ke Uni Eropa, Israel Mundur dari Perlintasan Rafah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved