Prancis Tetapkan Status Siaga Tinggi Flu Burung
Jum'at, 11 November 2022 - 05:00 WIB
loading...
Prancis Tetapkan Status Siaga Tinggi Flu Burung. FOTO/Reuters
A
A
A
PARIS - Prancis telah menempatkan negara itu pada siaga "tinggi" untuk flu burung , memaksa peternakan unggas untuk menyimpan burung di dalam ruangan guna menahan penyebaran penyakit yang sangat menular.
Produsen unggas terbesar kedua di Uni Eropa itu telah mendeteksi peningkatan baru wabah flu burung dalam beberapa bulan terakhir, setelah tahun ini mengalami gelombang penyakit terburuk dengan sekitar 22 juta unggas dimusnahkan.
Baca: Waspada, China Laporkan Kasus Flu Burung H3N8 Pertama pada Manusia
“Antara 1 Agustus dan 8 November, 49 wabah flu burung yang sangat patogen (HPAI), yang biasa disebut flu burung, terdeteksi di peternakan Prancis, dengan jumlah kasus yang besar dan meningkat ditemukan pada unggas peliharaan di halaman belakang dan di antara burung liar,” sebut pernyataan Kementerian Pertanian Prancis, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2022).
"Dalam konteks yang ditandai dengan persistensi virus yang belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan dan aktivitas migrasi burung liar yang kuat, penting untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kontaminasi peternakan unggas," lanjut pernyataan itu.
Meskipun virus ini tidak berbahaya dalam makanan, penyebarannya menjadi perhatian pemerintah dan industri unggas karena kerusakan yang dapat ditimbulkannya pada ternak, kemungkinan pembatasan perdagangan, dan risiko penularan pada manusia.
Baca: 27 Juta Unggas Mati Akibat Flu Burung, Merebak di 30 Negara Bagian AS
Produsen unggas terbesar kedua di Uni Eropa itu telah mendeteksi peningkatan baru wabah flu burung dalam beberapa bulan terakhir, setelah tahun ini mengalami gelombang penyakit terburuk dengan sekitar 22 juta unggas dimusnahkan.
Baca: Waspada, China Laporkan Kasus Flu Burung H3N8 Pertama pada Manusia
“Antara 1 Agustus dan 8 November, 49 wabah flu burung yang sangat patogen (HPAI), yang biasa disebut flu burung, terdeteksi di peternakan Prancis, dengan jumlah kasus yang besar dan meningkat ditemukan pada unggas peliharaan di halaman belakang dan di antara burung liar,” sebut pernyataan Kementerian Pertanian Prancis, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2022).
"Dalam konteks yang ditandai dengan persistensi virus yang belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan dan aktivitas migrasi burung liar yang kuat, penting untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kontaminasi peternakan unggas," lanjut pernyataan itu.
Meskipun virus ini tidak berbahaya dalam makanan, penyebarannya menjadi perhatian pemerintah dan industri unggas karena kerusakan yang dapat ditimbulkannya pada ternak, kemungkinan pembatasan perdagangan, dan risiko penularan pada manusia.
Baca: 27 Juta Unggas Mati Akibat Flu Burung, Merebak di 30 Negara Bagian AS
Lihat Juga :