Gorbachev: AS Mabuk Perang Dingin dengan Rusia

Selasa, 02 Desember 2014 - 17:50 WIB
Gorbachev: AS Mabuk...
Gorbachev: AS Mabuk Perang Dingin dengan Rusia
A A A
MOSKOW - Bekas Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbchev, menganggap Amerika Serikat (AS) sedang mabuk Perang Dingin dengan Rusia.

Menurutnya, hal itu terjadi karena AS merasa menang dalam Perang Dingin melawan Uni Soviet di masa silam. Menurutnya, pecah atau tidaknya Perang Dingin kali ini tergantung Eropa.

”Kita harus kembali ke garis start, dari mana kita mulai membangun dunia baru baik di Eropa dan tempat lain,” kata Gorbachev dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Itar-Tass.

Di era kepemimpinannya, Gorbachev mengakui telah mengakhiri Perang Dingin dengan AS. ”Ada tanda-tanda (dimulainya) Perang Dingin, di mana baru-baru ini hubungan antara Moskow dan Washington memburuk atas imbas aneksasi Rusia terhadao Crimea dan gejolak di Ukraina,” ujar Gorbachev, semalam.

”Kita bisa dan kita harus menghentikan seluruh proses ini (gejala Perang Dingin), seperti yang kami lakukan pada 1980-an. Kami memilih untuk de-eskalasi, untuk penyatuan (Jerman). Dan jika kembali seperti itu, maka itu jauh lebih sulit daripada sekarang. Jadi mengapa tidak bisa kita melakukannya lagi?,” imbuh dia.

Menurutnya, Amerika memutuskan bahwa mereka telah memenangkan Perang Dingin dan mereka masih mabuk dengan “kemenangan” itu.

”Saya tidak ingin memuji Pemerintah Rusia saat ini terlalu banyak. Hal ini juga membuat banyak kesalahan, tapi hari ini bahaya berasal dari sikap AS,” sambung Gorbachev. Kata dia, Rusia melewati masa yang sangat sulit setelah runtuhnya Uni Soviet dan Amerika mengambil keuntungan dari situasi itu.

Tapi, saat ini kondisi telah berubah. "Ini baik, bahwa presiden (Vladimir Putin) sekarang peduli tentang keamanan, kemampuan pertahanan, pengembangan senjata baru dan modernisasi militer. Kita sekarang juga dipersenjatai. Dan jika perlu kita bisa menyerang kembali. Tapi ini tidak tepat untuk terjadi sekarang. Ada tanda-tanda dari Perang Dingin baru dan proses ini harus dihentikan,” kata Gorbachev.
(mas)
Berita Terkait
Rusia: Krisis Ukraina...
Rusia: Krisis Ukraina akibat Tujuan Kebijakan Amerika Serikat
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Survei: Warga Amerika...
Survei: Warga Amerika Serikat Makin Ragu Dukung Ukraina
4 Senjata Ukraina yang...
4 Senjata Ukraina yang Dipasok oleh Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
10 menit yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
1 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
2 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
4 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
6 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved