Rudal Era Soviet Hantam MH17, Ukraina dan Rusia Saling Tuduh
Jum'at, 18 Juli 2014 - 14:27 WIB
Rudal Era Soviet Hantam MH17, Ukraina dan Rusia Saling Tuduh
A
A
A
KIEV - Pemerintah Ukraina dan Rusia saling tuduh atas penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 kemarin. Namun, kedua pihak tidak menyangkal jika rudal buatan era Uni Soviet, SA-11 Buk diindikasikan digunakan untuk menembak pesawat pembawa 298 orang itu.
Pesawat MH17 jatuh di Donetsk, Ukraina timur Kamis, kemarin. Semua orang yang ada di dalam pesawa itu tewas, termasuk 12 warga Indonesia yang jadi penumpang. Pesawat itu terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. (Baca: Rudal Canggih SA-11 Buk Buatan Soviet Penghantam MH17)
Militer Ukraina menduga separatis pro-Rusia di Donetsk menembak pesawat MH17 dengan sistem rudal yang sama saat mereka menembak jatuh pesawat militer Ukraina, Antonov AN-26, pada Senin lalu. Namun, ada laporan lain bahwa dua pesawat jet tempur Ukraina mendekati pesawat MH17 tiga menit sebelum pesawat MH17 jatuh.
Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko, menuduh rudal SA-11 Buk diberikan Presiden Rusia, Vladimir Putin kepada separatis pro-Rusia.
Sebaliknya, kantor berita RIA Novosti mengutip sumber militer Moskow, mengatakan, satu batalyon tentara Ukraina memiliki sistem rudal Buk yang dikerahkan di dekat kota Donetsk sehari sebelum insiden penembakan pesawat MH17 terjadi.
“Pemberontak tidak mungkin terlatih dalam penggunaan (rudal SA-11Buk). Dan mungkin diidentifikasi itu dilakukan pesawat militer Ukraina,” kata sumber itu.
”Itu adalah jenis skenario yang menjadi jauh lebih mungkin ketika Anda memberikan banyak asumsi, dan orang-orang (separatis) tidak dapat diandalkan untuk menggunakan persenjataan canggih,” imbuh sumber militer Moskow itu.
Nick de Larrinaga, seorang analis di IHS Jane Defence, mengatakan rudal memang biasa digunaka separtis pro-Rusia di Ukraina timur. Namun, dia meyakini separatis tidak akan mampu menembak pesawat penumpang dengan ketinggian yang normal.
Pesawat MH17 jatuh di Donetsk, Ukraina timur Kamis, kemarin. Semua orang yang ada di dalam pesawa itu tewas, termasuk 12 warga Indonesia yang jadi penumpang. Pesawat itu terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. (Baca: Rudal Canggih SA-11 Buk Buatan Soviet Penghantam MH17)
Militer Ukraina menduga separatis pro-Rusia di Donetsk menembak pesawat MH17 dengan sistem rudal yang sama saat mereka menembak jatuh pesawat militer Ukraina, Antonov AN-26, pada Senin lalu. Namun, ada laporan lain bahwa dua pesawat jet tempur Ukraina mendekati pesawat MH17 tiga menit sebelum pesawat MH17 jatuh.
Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko, menuduh rudal SA-11 Buk diberikan Presiden Rusia, Vladimir Putin kepada separatis pro-Rusia.
Sebaliknya, kantor berita RIA Novosti mengutip sumber militer Moskow, mengatakan, satu batalyon tentara Ukraina memiliki sistem rudal Buk yang dikerahkan di dekat kota Donetsk sehari sebelum insiden penembakan pesawat MH17 terjadi.
“Pemberontak tidak mungkin terlatih dalam penggunaan (rudal SA-11Buk). Dan mungkin diidentifikasi itu dilakukan pesawat militer Ukraina,” kata sumber itu.
”Itu adalah jenis skenario yang menjadi jauh lebih mungkin ketika Anda memberikan banyak asumsi, dan orang-orang (separatis) tidak dapat diandalkan untuk menggunakan persenjataan canggih,” imbuh sumber militer Moskow itu.
Nick de Larrinaga, seorang analis di IHS Jane Defence, mengatakan rudal memang biasa digunaka separtis pro-Rusia di Ukraina timur. Namun, dia meyakini separatis tidak akan mampu menembak pesawat penumpang dengan ketinggian yang normal.
(mas)