alexa snippet

Menlu Yaman: Bidik Makkah dengan Rudal, Houthi Picu Kemarahan Muslim

Menlu Yaman: Bidik Makkah dengan Rudal, Houthi Picu Kemarahan Muslim
Puing-puing rudal balistik Houthi Yaman yang dihancurkan militer Arab Saudi saat ditembakkan ke arah kota suci Makkah, kemarin (28/10/2016). Foto/Al Arabiya
A+ A-
KAIRO - Menteri Luar Negeri (Menlu) Yaman Abed Al-Malik Al-Mikhlafi, mengatakan dunia kini menyadari bahanya kelompok pemberontak Houthi Yaman setelah berani menembakkan rudal balistik ke kota suci Makkah, Arab Saudi. Menurutnya, tindakan Houthi merupakan provokasi yang memicu kemarahan umat Muslim.

Rudal balistik yang ditembakkan Houthi ke arah Makkah berhasil dicegat dan dihancurkan militer Arab Saudi. Menurut Saudi, rudal tersebut sudah melesat sejauh 65 km dari Kota Makkah saat dicegat dan dihancurkan.

”Mereka tidak memenuhi syarat untuk perdamaian dan dunia telah menyadari bahayanya kelompok ini,” kata Abed Al-Malik Al-Mikhlafi kepada Al-Hadat media jaringan Al Arabiya, dari Kairo, semalam (28/10/2016).

Baca:
Kota Suci Makkah Nyaris Dihantam Rudal Balistik Houthi Yaman


Meski serangan rudal berhasil digagalkan, tindakan Houthi telah memicu kecaman dari negara-negara Teluk, Liga Arab dan pusat studi Islam Al-Azhar.

”Eskalasi oleh milisi (Houthi) milisi dan peluncuran rudal terbaru di kota suci Makkah mengungkapkan bahwa mereka adalah alat Iran yang bertujuan menghancurkan seluruh wilayah dan memicu konflik regional,” kata Menlu Yaman tersebut.

Menurutnya, Houthi dan sekutunya yakni pasukan loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh tidak menyadari jika mereka dijadikan alat.

”Keberanian dari serangan baru-baru ini dipandang sebagai provokasi, (pemicu) kemarahan Muslim yang melihatnya sebagai pelanggaran wilayah suci,” ujarnya. ”Jika mereka menyadari hal ini, mereka akan berhenti,” lanjut dia.

Baca juga:
UEA Kecam Iran terkait Serangan Houthi ke Makkah


Kelompok Houthi pada September 2014 telah memaksa presiden sah Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi mengungsi ke Saudi dalam usaha kudeta. Houthi dan sekutunya sampai saat ini masih menguasai Ibu Kota Sanaa dan telah mengumumkan sebuah komite politik untuk mengelola negara yang dilanda krisis setelah pembicaraan damai Yaman di Kuwait berakhir tanpa terobosan pada awal Agustus lalu.

dibaca 65.971x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top