Soal Timur Tengah, Putin Siap Berdialog dengan Siapa Pun

Jum'at, 02 September 2016 - 06:55 WIB
Soal Timur Tengah, Putin...
Soal Timur Tengah, Putin Siap Berdialog dengan Siapa Pun
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin siap untuk terlibat dalam dialog dengan semua pihak di Timur Tengah, termasuk Amerika Serikat (AS). Demikian laporan media cetak Jerman, Die Welt.

"Moskow ingin berbicara lagi dengan AS dalam posisi seimbang. Dengan begitu, Putin bertujuan untuk membangun hubungan dengan negara-negara di wilayah ini. Pada prinsipnya, ia siap untuk berbicara dengan semua orang. Pada saat yang sama, ia tahu persis saat itu adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan kekuatan militernya dan menciptakan fakta," tulis surat kabar itu seperti disitat dari Sputniknews, Jumat (2/9/2016).

Setahun yang lalu, Rusia memulai operasinya di Suriah menyusul permintaan resmi dari Presiden Bashar al-Assad. "Ini segara menjadikan Suriah negara yang tidak mungkin lagi memiliki resolusi terhadap konflik," kata surat kabar itu.

Tidak seperti Uni Soviet, Rusia sekarang mengejar pendekatan yang lebih pragmatis ketimbang ideologis. Pada musim gugur tahun lalu, ada ketakutan bahwa konfrontasi militer antara Rusia dan Turki mungkin terjadi, terutama setelah Angkatan Udara Turki telah menembak jatuh sebuah jet tempur Rusia Su-24. Tapi sekarang, setelah rekonsiliasi antara Ankara-Moskow, kemungkinan seperti itu tampaknya menjadi agak tidak mungkin.

"Indikator perilaku Moskow saat ini adalah fleksibilitas. Hari ini, respon Rusia untuk intervensi militer Turki di Suriah sangat moderat, yang menunjukkan adanya perjanjian diam-diam. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pihaknya cemas tentang perkembangan di Suriah. Namun, beberapa bulan yang lalu, sebelum rekonsiliasi antara Putin dan Erdogan, kritik akan menjadi jauh lebih sulit," kata surat kabar itu.

Hubungan antara Moskow dan Ankara memburuk setelah pesawat tempur F-16 Turki menembak jatuh jet bomber Su-24 Rusia di atas Suriah pada 24 November 2015. Menyusul insiden itu, Rusia memberlakukan tindakan pembatasan melawan Turki, termasuk sanksi dalam perdagangan, pariwisata dan investasi.

Rekonsiliasi antara kedua pihak berlangsung pada bulan Juni lalu, menyusul permintaan maaf Turki ke Rusia untuk insiden November. Pada bulan Agustus, Turki mulai operasi militer di Suriah untuk menghilangkan Daesh dan mengusir pejuang Kurdi dari perbatasannya.
(ian)
Berita Terkait
AS Dukung Operasi Militer...
AS Dukung Operasi Militer Turki di Suriah Meski Persulit Kurdi
Rusia, Iran, Suriah,...
Rusia, Iran, Suriah, dan Turki Bertemu di Moskow, Pukulan Baru bagi AS?
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Suriah Sebut Setiap...
Suriah Sebut Setiap Serangan Turki Sama dengan Kejahatan Perang
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Turki Ingin AS Angkat...
Turki Ingin AS Angkat Kaki dari Irak dan Suriah
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
7 jam yang lalu
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
8 jam yang lalu
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
9 jam yang lalu
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
10 jam yang lalu
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
11 jam yang lalu
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
12 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved