Alasan Australia Jadi Target Empuk Beijing di Laut China Selatan

Senin, 01 Agustus 2016 - 17:48 WIB
Alasan Australia Jadi...
Alasan Australia Jadi Target Empuk Beijing di Laut China Selatan
A A A
SYDNEY - Media China yang dikelola oleh negara, Global Times, telah mengumbar ancaman keras terhadap Australia dalam editorialnya terkait konflik Laut China Selatan. Media China ini bahkan menyebut Australia sebagai target ideal atau empuk bagi Beijing karena dianggap sebagai sekutu Amerika Serikat (AS) yang kekuatannya tidak nyata.

Ancaman itu muncul setelah Australia berani mendesak China untuk tunduk pada putusan Pengadilan Tetap Arbitrase (PCA) terkait sengketa kawasan Laut China Selatan yang keluar 12 Juli 2016 di Den Haag. Seperti diketahui, putusan PCA memenangkan gugatan Filipina atas China soal sengketa “Nine-Dash Line” kawasan laut tersebut.

“Australia bahkan bukan 'macan kertas', itu hanya 'kucing kertas',” bunyi editorial Global Times. Istilah ”macan kertas” mengacu pada sesuatu yang tampaknya menakutkan tetapi tidak memiliki kekuatan nyata. Selain menyebut Australia jadi target ideal, media itu juga menyerukan China untuk “balas dendam” atas keberanian Australia untuk mendesak China mematuhi putusan PCA.

Baca:
Seteru Laut China Selatan Memanas, China Ingin Bikin AS Cs Berdarah

Dr Michael Clarke, Professor di National Security College, mengatakan kepada news.com.au, Senin (1/8/2016), bahwa alasan media itu menyebut Australia jadi target ideal Beijing, karena China memiliki perasaan agresif terhadap Australia pada saat ini.

”Mereka benar-benar ‘neraka’ yang bertekad menargetkan AS, dan mengatakan Australia ini adalah aktor ekstra-regional yang tidak memiliki peran untuk bermain dalam hal ini,” katanya.

Dengan kata lain, lanjut dia, China ingin Australia untuk tidak mencampuri sengketa Laut China Selatan sama sekali. Clarke mengatakan hasil Pemilu Presiden AS nanti bisa membuat perbedaan dramatis untuk peran Australia dalam konflik Laut China Selatan.

Baca juga:
Rusia Ikut Tampil, Isyarat Babak Baru Seteru Laut China Selatan

Dr Adam Lockyer, seorang ahli keamanan dari Macquarie University, mengatakan kepada news.com.au bahwa hal terakhir yang Australia butuhkan adalah harus memilih antara China dan AS.

”Posisi Australia adalah kita tidak ingin memilih,” ujarnya. ”Segera setelah kami terpaksa membuat pilihan, kita kehilangan. Prinsip kebijakan luar negeri Australia adalah 'Jangan memilih antara AS dan China’. Melakukan hal baik akan mempengaruhi keamanan atau perekonomian kami . Atau keduanya,” sambung dia.
(mas)
Berita Terkait
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
2 Negara Tetangga Indonesia...
2 Negara Tetangga Indonesia Ini Berani Menggertak China
Pilot Australia Ditawari...
Pilot Australia Ditawari Bantuan Psikologis setelah Cegat Jet Tempur China
Dukung AS, Australia...
Dukung AS, Australia Tolak Klaim China atas Laut China Selatan
China: Ikut Campur Laut...
China: Ikut Campur Laut China Selatan, Australia bak Naik Kapal Bocor AS
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
1 jam yang lalu
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
3 jam yang lalu
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
3 jam yang lalu
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
3 jam yang lalu
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
4 jam yang lalu
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
4 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved