AS Diam-diam Lobi Korut sebelum Uji Senjata Nuklir

Senin, 22 Februari 2016 - 15:22 WIB
AS Diam-diam Lobi Korut...
AS Diam-diam Lobi Korut sebelum Uji Senjata Nuklir
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) diam-diam telah melobi Korea Utara (Korut) beberapa hari sebelum Pyongyang nekat menguji coba senjata nuklir jenis bom hidrogen pada 6 Januari lalu.

Pemerintah Obama, dalam lobinya meminta rezim Kim Jong-un untuk mengurangi arsenal nuklirnya dan mengakhiri konflik panjangnya dengan Korea Selatan (Korsel). AS juga mengajak Korut berunding soal program senjata Pyongyang.

Namun, Korut menolak lobi AS dan memilih nekat menguji coba bom hidrogen beberapa hari kemudian.

Upaya mereka (para pejabat Amerika) dibuat untuk membahas denuklirisasi dengan Korea Utara,” tulis Wall Street Journal, mengutip keterangan para pejabat AS, Senin (22/2/2016).

Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi negosiasi diam-diam dengan Korut itu. Namun, Departemen itu mengklaim Korut-lah yang menyerukan perundingan damai, bukan AS.

Untuk menjadi jelas, Korea Utara yang mengusulkan membahas perjanjian damai. Kami memantau seksama proposal mereka, dan membuat jelas bahwa denuklirisasi harus menjadi bagian dari setiap diskusi tersebut, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby.

"Tanggapan kami untuk usulan Korea Utara konsisten dengan fokus lama kami pada denuklirisasi,” lanjut John Kirby.

Go Myung-hyun, seorang ahli Korea Utara di Asan Institute for Policy Studiessebuah think tank yang berbasis di Seoul, mengatakan;”Bagi Korut, memenangkan perjanjian damai adalah pusat dari hubungan AS. Rasanya pengembangan nuklir memberikan hal itu.”

AS sendiri telah menajatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Korut setelah uji coba senjata nuklir pada Januari dan peluncuran roket jarak jauh awal bulan ini. Sanksi tersebut ditandatangani oleh Presiden Barack Obama pada tanggal 18 Februari. Jepang juga memberlakukan sanksi serupa.

Sanksi akan memaksa pemimpin Korut, Kim Jong-un untuk membuat pilihan antara kembali ke meja (perundingan) dan mengakhiri program senjata nuklir atau memotong pendanaan untuk program itu dan untuk rezimnya,” kata Ketua Komite Urusan Luar Negeri Senat AS, Ed Royce.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
1 jam yang lalu
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
2 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
3 jam yang lalu
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
7 jam yang lalu
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
8 jam yang lalu
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved