Pentagon Ingin Serang ISIS Besar-besaran usai Tentara AS Tewas

Sabtu, 24 Oktober 2015 - 10:59 WIB
Pentagon Ingin Serang ISIS Besar-besaran usai Tentara AS Tewas
Pentagon Ingin Serang ISIS Besar-besaran usai Tentara AS Tewas
A A A
WASHINGTON - Kepala Pentagon Amerika Serikat (AS), Ashton Carter, menginginkan agar militer AS meluncurkan serangan besar-besaran terhadap target-target ISIS di Irak. Keinginan itu muncul setelah satu tentaranya tewas ketika ikut membebaskan 70 sandera yang hendak dieksekusi ISIS di Irak.

Pada hari Kamis lalu, Pasukan Operasi Khusus AS dan pasukan Kurdi menyerbu sebuah penjara kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di dekat Hawijah, Irak utara.

Dari 70 sandera yang dibebaskan itu, lebih dari 20 orang di antaranya adalah anggota pasukan keamanan Irak. Lima militan ISIS ditangkap dalam operasi itu dan beberapa militan lainnya tewas.

Operasi itu menunjukkan bahwa pasukan AS benar-benar berada di Irak untuk mendukung pasukan Pemerintah Irak melawan ISIS. Namun, keberadaan pasukan AS itu tidak secara langsung terlihat dalam perang melawan ISIS. Sebab, kebijakan Presiden Obama tidak merestui pengiriman pasukan darat AS ke Irak.

”Saya berharap kami akan melakukan lebih dari hal semacam ini,” kata Carter. ”Salah satu alasan untuk itu adalah bahwa Anda belajar banyak, karena Anda mengumpulkan dokumentasi, Anda mengumpulkan berbagai peralatan elektronik dan sebagainya. Jadi dari jumlah semua ini akan ada beberapa data intelijen yang berharga,” lanjut Carter.

Tentara AS yang tewas dalam operasi di Irak itu adalah Sersan Joshua Wheeler. ”Ini adalah pertempuran, ada hal-hal yang rumit,” kata Carter ketika membahas kondisi kematian Wheeler.

Carter, seperti dikutip Reuters, Sabtu (24/10/2015), melanjutkan, bahwa puluhan sandera yang dibebaskan di Irak itu benar-benar akan dieksekusi oleh ISIS. Kuburan untuk mereka bahkan sudah digali.

”Tidak hanya bantuan dukungan kami untuk mencegah pembunuhan massal, kami memungkinkan para mitra kami untuk membuat ISIS mengalami kekalahan yang jelas,” ujarnya.
(mas)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
berita/ rendering in 0.5880 seconds (0.1#10.140)
pixels