Nepal Akan Kirim FDR Yeti Airlines ke Prancis
Selasa, 17 Januari 2023 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Pada Senin malam, ratusan kerabat dan sahabat masih berkumpul di luar rumah sakit setempat. Banyak yang menghibur satu sama lain, sementara beberapa meneriaki petugas untuk mempercepat otopsi sehingga mereka dapat membawa pulang jenazah orang yang mereka cintai untuk pemakaman.
Jenis pesawat yang digunakan, ATR 72, telah digunakan oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk penerbangan regional jarak pendek sejak akhir 1980-an. Diperkenalkan oleh kemitraan Prancis dan Italia, model pesawat tersebut telah terlibat dalam beberapa kecelakaan mematikan selama bertahun-tahun. Di Taiwan, dua kecelakaan yang melibatkan pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600 pada tahun 2014 dan 2015 menyebabkan pesawat tersebut dikandangkan selama beberapa waktu.
Menurut data pelacakan pesawat dari flightradar24.com, pesawat itu berusia 15 tahun dan dilengkapi transponder tua dengan data yang tidak dapat diandalkan. Pesawat itu sebelumnya diterbangkan oleh Kingfisher Airlines India dan Nok Air Thailand sebelum Yeti mengambil alih pada 2019, menurut catatan di Airfleets.net. ATR sendiri belum menanggapi permintaan komentar.
Nepal, rumah bagi delapan dari 14 gunung tertinggi di dunia termasuk Gunung Everest, memiliki sejarah kecelakaan udara. Kecelakaan hari Minggu adalah yang paling mematikan di Nepal sejak 1992, ketika semua 167 orang di dalam pesawat Pakistan International Airlines tewas ketika menabrak bukit saat mencoba mendarat di Kathmandu.
Menurut database Keselamatan Penerbangan dari Flight Safety Foundation, telah terjadi 42 kecelakaan pesawat yang fatal di Nepal sejak 1946.
Uni Eropa telah melarang maskapai dari Nepal terbang ke blok 27 negara itu sejak 2013, dengan alasan standar keselamatan yang lemah. Pada tahun 2017, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional mengutip perbaikan di sektor penerbangan Nepal, tetapi UE terus menuntut reformasi administrasi.
Baca: Tragedi Yeti Airlines Pembawa 72 Orang di Nepal: Belum Ada yang Ditemukan Hidup
Jenis pesawat yang digunakan, ATR 72, telah digunakan oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk penerbangan regional jarak pendek sejak akhir 1980-an. Diperkenalkan oleh kemitraan Prancis dan Italia, model pesawat tersebut telah terlibat dalam beberapa kecelakaan mematikan selama bertahun-tahun. Di Taiwan, dua kecelakaan yang melibatkan pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600 pada tahun 2014 dan 2015 menyebabkan pesawat tersebut dikandangkan selama beberapa waktu.
Menurut data pelacakan pesawat dari flightradar24.com, pesawat itu berusia 15 tahun dan dilengkapi transponder tua dengan data yang tidak dapat diandalkan. Pesawat itu sebelumnya diterbangkan oleh Kingfisher Airlines India dan Nok Air Thailand sebelum Yeti mengambil alih pada 2019, menurut catatan di Airfleets.net. ATR sendiri belum menanggapi permintaan komentar.
Nepal, rumah bagi delapan dari 14 gunung tertinggi di dunia termasuk Gunung Everest, memiliki sejarah kecelakaan udara. Kecelakaan hari Minggu adalah yang paling mematikan di Nepal sejak 1992, ketika semua 167 orang di dalam pesawat Pakistan International Airlines tewas ketika menabrak bukit saat mencoba mendarat di Kathmandu.
Menurut database Keselamatan Penerbangan dari Flight Safety Foundation, telah terjadi 42 kecelakaan pesawat yang fatal di Nepal sejak 1946.
Uni Eropa telah melarang maskapai dari Nepal terbang ke blok 27 negara itu sejak 2013, dengan alasan standar keselamatan yang lemah. Pada tahun 2017, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional mengutip perbaikan di sektor penerbangan Nepal, tetapi UE terus menuntut reformasi administrasi.
Baca: Tragedi Yeti Airlines Pembawa 72 Orang di Nepal: Belum Ada yang Ditemukan Hidup
(ian)
Lihat Juga :