Lagi, Dokumen Rahasia Ditemukan di Rumah Joe Biden

Minggu, 15 Januari 2023 - 07:58 WIB
loading...
Lagi, Dokumen Rahasia...
Sejumlah dokumen rahasia kembali ditemukan di rumah Presiden AS Joe Biden. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Pengacara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menemukan lebih banyak dokumen rahasia di rumahnya di Wilmington, Delaware, daripada yang diketahui sebelumnya. Temuan itu telah diakui oleh Gedung Putih .

Pengacara Gedung Putih Richard Sauber dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa total enam halaman dokumen rahasia ditemukan selama penggeledahan di perpustakaan pribadi Biden. Gedung Putih telah mengatakan sebelumnya bahwa hanya satu halaman yang ditemukan di sana.

Pengungkapan terbaru adalah tambahan dari penemuan dokumen yang ditemukan pada bulan Desember di garasi Biden dan pada bulan November di bekas kantornya di Penn Biden Center Washington, sejak dia menjabat sebagai wakil presiden. Kesalahan penanganan dokumen rahasia dan catatan resmi dari pemerintahan Obama sedang diselidiki oleh mantan jaksa AS, Robert Hur, yang ditunjuk sebagai penasihat khusus pada hari Kamis oleh Jaksa Agung Merrick Garland.

Dalam sebuah pernyataan, Sauber mengatakan bahwa pengacara pribadi Biden, yang tidak memiliki izin keamanan, menghentikan pencarian mereka setelah menemukan halaman pertama pada Rabu malam. Sauber menemukan materi yang tersisa pada hari Kamis, saat dia memfasilitasi pengambilannya oleh Departemen Kehakiman.

"Saat saya mentransfernya ke pejabat Departemen Kehakiman yang menemani saya, lima halaman tambahan dengan tanda klasifikasi ditemukan di antara materi bersamanya, dengan total enam halaman," jelas Sauber.

Baca: Snowden Sentil Biden: Saya Jauh Lebih Baik dalam Menyimpan Dokumen Rahasia

"Para pejabat Departemen Kehakiman bersama saya segera mengambilnya," imbuhnya seperti dikutip dari The Associated Press, Minggu (15/1/2023).

Sauber sebelumnya mengatakan bahwa Gedung Putih yakin bahwa tinjauan menyeluruh akan menunjukkan bahwa dokumen-dokumen ini secara tidak sengaja salah tempat, dan presiden serta pengacaranya segera bertindak setelah menemukan kesalahan ini.

Pernyataan Sauber tidak menjelaskan mengapa Gedung Putih menunggu dua hari untuk memberikan laporan terbaru tentang jumlah catatan rahasia. Gedung Putih sudah menghadapi pengawasan karena menunggu lebih dari dua bulan untuk mengakui temuan awal sejumlah dokumen awal kantor Biden.

Sauber menegaskan kembali bahwa Gedung Putih akan bekerja sama dengan penyelidikan Hur.

Sementara itu pengacara pribadi Biden, Bob Bauer, mengatakan tim hukumnya telah berusaha menyeimbangkan pentingnya transparansi publik jika sesuai dengan norma dan batasan yang ditetapkan yang diperlukan untuk melindungi integritas penyelidikan.

Baca: Buntut Penemuan Dokumen Rahasia, Joe Biden Akan Diselidiki

Departemen Kehakiman secara historis menerapkan batasan hukum yang tinggi sebelum mengajukan tuntutan pidana dalam kasus-kasus yang melibatkan kesalahan penanganan informasi rahasia, dengan persyaratan bahwa seseorang bermaksud untuk melanggar hukum, bukan sekadar ceroboh atau lalai dalam melakukannya.

Undang-undang utama yang mengatur penghapusan dan penyimpanan dokumen rahasia secara ilegal menjadikannya sebagai kejahatan untuk "dengan sengaja" menghapus dokumen rahasia dan menyimpannya dengan cara yang tidak sah.

Situasi yang melibatkan Biden, setidaknya sejauh yang diketahui, berbeda dari penyelidikan terpisah atas kesalahan penanganan dokumen rahasia di klub dan kediaman pribadi mantan Presiden Donald Trump di Florida.

Dalam kasus Trump, penasihat khusus Jack Smith sedang menyelidiki apakah ada orang yang berusaha menghalangi penyelidikan mereka terhadap penyimpanan catatan rahasia di perkebunan Palm Beach.

Pejabat Departemen Kehakiman mengatakan perwakilan Trump gagal sepenuhnya mematuhi panggilan pengadilan yang meminta pengembalian catatan rahasia, mendorong agen untuk kembali ke rumah dengan surat perintah penggeledahan sehingga mereka dapat mengumpulkan materi tambahan.

Baca: Dokumen Rahasia dari Masa Biden Jadi Wakil Presiden Ditemukan di Kantor Pribadi
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Berita Terkini
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Infografis
Singapura Bukan Lagi...
Singapura Bukan Lagi Menjadi Negara Teraman di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved