Maduro Ingin Bentuk Blok Regional Baru Bersekutu dengan Rusia dan China

Sabtu, 14 Januari 2023 - 20:35 WIB
loading...
Maduro Ingin Bentuk...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/REUTERS
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengusulkan pembentukan blok internasional baru yang melibatkan negara-negara Amerika Latin dan Karibia yang akan memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan China.

Selama pidato tahunannya di parlemen Venezuela pada Jumat (13/1/2023), Maduro mengatakan dia baru saja berbicara dengan presiden Brasil, Kolombia, dan Argentina tentang pembentukan organisasi regional baru.

Menurut Maduro, “Waktunya telah tiba untuk menyatukan upaya dan jalan di Amerika Latin dan Karibia untuk maju dalam pembentukan blok kekuatan politik yang kuat, kekuatan ekonomi yang berbicara kepada dunia.”

Baca juga: Rusia: Akhir Konflik Ukraina Hanya setelah Tujuan Moskow Tercapai

Presiden Venezuela melanjutkan dengan mengatakan blok tersebut akan menciptakan "kutub kekuatan baru", dan akan bersekutu dengan Rusia dan China yang para pemimpinnya disebut Maduro sebagai "kakak laki-laki".

“Aliansi semacam itu akan terdiri dari komunitas dengan takdir bersama yang dibicarakan kakak laki-laki kita Presiden Xi Jinping, atau dunia multipolar dan multisentris yang dibicarakan oleh kakak laki-laki kita, Presiden Vladimir Putin," papar Maduro.

“Agar dunia ini tiba, diperlukan blok Amerika Latin dan Karibia yang bersatu dan maju,” tegas dia.

Baca juga: Profil Brigade Al-Ridwan, Pasukan Khusus Hizbullah yang Siap Remuk Israel dari Dalam

Presiden Putin telah berulang kali mengecam konsep “dunia unipolar” yang didominasi Amerika Serikat (AS).

Pada bulan September, dia mengklaim upaya untuk mencapai konfigurasi seperti itu “telah mengambil bentuk yang sangat buruk”.

Sementara itu, Beijing juga mengatakan, “China dan Rusia mempromosikan bersama dunia multipolar dan tidak mengakui hegemoni unipolar.”

Di bawah mantan Presiden Donald Trump, AS mencela pemilu Venezuela 2018, yang dimenangkan Maduro untuk mengamankan masa jabatan kedua, sebagai "tidak sah".

Washington mengeluarkan kampanye "tekanan maksimum" untuk menggulingkannya dengan menjatuhkan sanksi keras terhadap Caracas, termasuk embargo minyak.

AS juga menawarkan dukungan kepada pemimpin oposisi Juan Guaido, mengakuinya sebagai "presiden sementara" Venezuela pada 2019.

Setelah tindakan itu, pemerintah Maduro memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington.

Namun, sejak saat itu, upaya untuk menggulingkan Maduro dari kekuasaan, termasuk serangkaian protes jalanan dan upaya kudeta langsung, berakhir gagal.

Pada akhir Desember, anggota parlemen oposisi di Venezuela memilih membubarkan “pemerintahan sementara” yang dipimpin Guaido.

Meski AS masih belum secara resmi mengakui Maduro, AS telah melakukan kontak diplomatik dengan Caracas untuk merundingkan pertukaran tahanan dan mencabut beberapa sanksi.

Perang antara Rusia dan Ukraina membuat AS bersama aliansi Baratnya mengucilkan Moskow. China juga masih menjadi salah satu yang dianggap ancaman bagi Washington.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved