Rusia Sebut Perubahan Status Hagia Sophia Masalah Internal Turki
Senin, 13 Juli 2020 - 20:32 WIB
loading...
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Vershinin menuturkan, keputusan Turki untuk mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid adalah urusan dalam negeri Turki. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Rusia turut angkat bicara mengenai perubahan status Hagia Sophia, dari museum kembali menjadi masjid. Moskow mengatakan, perubahan status bangunan yang berlokasi di Istanbul itu adalah masalah internal Turki.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Vershinin menuturkan, keputusan Turki untuk mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid adalah urusan dalam negeri negara itu yang tidak boleh diintervensi oleh siapapun.
( Baca juga: Erdogan Jadikan Hagia Sophia Masjid demi Popularitas Dinilai Tak Akan Berhasil )
"Anda tahu bahwa masalah ini telah memicu kemarahan publik di negara kami dan juga di sejumlah negara lain," kata Vershinin dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Senin (13/7/2020).
"Secara umum, kami berasumsi bahwa ini adalah masalah domestik Turki, yang tidak boleh kita atau orang lain ikut campur, jelas. Pada saat yang sama, kami mencatat nilainya. tentang bangunan sebagai situs yang merupakan bagian dari budaya dan peradaban global," sambungnya.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Vershinin menuturkan, keputusan Turki untuk mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid adalah urusan dalam negeri negara itu yang tidak boleh diintervensi oleh siapapun.
( Baca juga: Erdogan Jadikan Hagia Sophia Masjid demi Popularitas Dinilai Tak Akan Berhasil )
"Anda tahu bahwa masalah ini telah memicu kemarahan publik di negara kami dan juga di sejumlah negara lain," kata Vershinin dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Senin (13/7/2020).
"Secara umum, kami berasumsi bahwa ini adalah masalah domestik Turki, yang tidak boleh kita atau orang lain ikut campur, jelas. Pada saat yang sama, kami mencatat nilainya. tentang bangunan sebagai situs yang merupakan bagian dari budaya dan peradaban global," sambungnya.
Lihat Juga :