Ukraina Terus Dapat Pasokan Senjata dari Barat, Rusia Tak Gentar
Jum'at, 13 Januari 2023 - 09:56 WIB
loading...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Foto/Radio Free Europe
A
A
A
MOSKOW - Rusia mengatakan bahwa pasokan senjata dari Barat untuk rezim di Kiev tidak akan bisa mencegah mereka mencapai tujuan dari apa yang disebutnya sebagai operasi militer khusus di Ukraina .
Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam jumpa pers.
"Pasokan senjata serang ke Ukraina tidak akan menghalangi negara kita mencapai tujuannya selama operasi militer khusus," ujarnya seperti dikutip dari kantor berita TASS, Jumat (13/1/2023).
Baca: Ukraina Butuh Rudal Jarak Jauh dan Tank untuk Menangkan Perang
Zakharova memberikan perhatian pada pernyataan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya baru-baru ini tentang rencana perluasan jangkauan pasokan militer ke Kiev. Moskow menganggap rencana semacam itu semata-mata sebagai kelanjutan dari kebijakan yang disengaja untuk melanggengkan dan meningkatkan konflik, yang memperpanjang penderitaan rakyat Ukraina.
“Sistem senjata baru yang dikirim ke tentara Ukraina akan menjadi target yang sah bagi Rusia,” tegas Zakharova.
Washington dan sekutunya di Eropa telah berulang kali menyatakan bahwa mereka ingin menghindari konfrontasi langsung dengan Rusia dan menyangkal terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung. Namun, mereka telah memasok pasukan Kiev dengan berbagai macam senjata, termasuk howitzer self-propelled dan beberapa peluncur roket.
Baca: Spesifikasi Rudal Anti-Tank Javelin Andalan Ukraina
Terbaru, Ukraina akan mendapatkan pasokan kendaraan tempur (ranpur) ringan dari Prancis, Jerman dan AS. Sementara Polandia berjanji akan mengirimkan tank Leopard yang telah lama diminta Ukraina kepada Jerman. Langkah Polandia ini diikuti oleh Inggris di mana juru bicara Perdana Menteri Rishi Sunak menyatakan London akan memberi Ukraina tank tempur utama.
Selain itu, kelompok yang terdiri dari 50 negara yang memberikan dukungan militer kepada Ukraina dan dipimpin oleh AS akan mengadakan pertemuan pada 20 Januari. Setiap pengumuman tentang bantuan baru, seperti tank, dapat dibuat bertepatan dengan pertemuan Grup Kontak.
Ukraina telah lama meminta bantuan senjata berat kepada Barat untuk menghadapi gempuran Rusia. Sedangkan Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa pengiriman senjata Barat yang berkelanjutan ke Kiev hanya akan memperpanjang konflik dan memperpanjang penderitaan manusia. Moskow juga memperingatkan risiko konfrontasi militer langsung antara Rusia dan Barat.
Baca: Ditolak Jerman, Ukraina Dapat Bantuan Tank Leopard dari Polandia
Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam jumpa pers.
"Pasokan senjata serang ke Ukraina tidak akan menghalangi negara kita mencapai tujuannya selama operasi militer khusus," ujarnya seperti dikutip dari kantor berita TASS, Jumat (13/1/2023).
Baca: Ukraina Butuh Rudal Jarak Jauh dan Tank untuk Menangkan Perang
Zakharova memberikan perhatian pada pernyataan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya baru-baru ini tentang rencana perluasan jangkauan pasokan militer ke Kiev. Moskow menganggap rencana semacam itu semata-mata sebagai kelanjutan dari kebijakan yang disengaja untuk melanggengkan dan meningkatkan konflik, yang memperpanjang penderitaan rakyat Ukraina.
“Sistem senjata baru yang dikirim ke tentara Ukraina akan menjadi target yang sah bagi Rusia,” tegas Zakharova.
Washington dan sekutunya di Eropa telah berulang kali menyatakan bahwa mereka ingin menghindari konfrontasi langsung dengan Rusia dan menyangkal terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung. Namun, mereka telah memasok pasukan Kiev dengan berbagai macam senjata, termasuk howitzer self-propelled dan beberapa peluncur roket.
Baca: Spesifikasi Rudal Anti-Tank Javelin Andalan Ukraina
Terbaru, Ukraina akan mendapatkan pasokan kendaraan tempur (ranpur) ringan dari Prancis, Jerman dan AS. Sementara Polandia berjanji akan mengirimkan tank Leopard yang telah lama diminta Ukraina kepada Jerman. Langkah Polandia ini diikuti oleh Inggris di mana juru bicara Perdana Menteri Rishi Sunak menyatakan London akan memberi Ukraina tank tempur utama.
Selain itu, kelompok yang terdiri dari 50 negara yang memberikan dukungan militer kepada Ukraina dan dipimpin oleh AS akan mengadakan pertemuan pada 20 Januari. Setiap pengumuman tentang bantuan baru, seperti tank, dapat dibuat bertepatan dengan pertemuan Grup Kontak.
Ukraina telah lama meminta bantuan senjata berat kepada Barat untuk menghadapi gempuran Rusia. Sedangkan Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa pengiriman senjata Barat yang berkelanjutan ke Kiev hanya akan memperpanjang konflik dan memperpanjang penderitaan manusia. Moskow juga memperingatkan risiko konfrontasi militer langsung antara Rusia dan Barat.
Baca: Ditolak Jerman, Ukraina Dapat Bantuan Tank Leopard dari Polandia
(ian)
Lihat Juga :