Terancam Korut, Korsel Ingin Bikin Senjata Nuklir Sendiri
Kamis, 12 Januari 2023 - 17:55 WIB
loading...
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol sebut negaranya mampu membuat senjata nuklir sendiri jika ancaman dari Korea Utara semakin serius. Foto/REUTERS/Kim Hong-Ji/Pool
A
A
A
SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol mengatakan negaranya dapat membuat senjata nuklir dengan teknologinya sendiri jika ancaman dari Korea Utara (Korut) semakin serius.
Pernyataan itu muncul setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan bulan ini bahwa negaranya akan mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru ketika Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan berusaha untuk mengisolasi dan melumpuhkan Pyongyang.
"Jika masalah [nuklir Korea Utara] menjadi lebih serius, Republik Korea dapat menggunakan senjata nuklir taktis atau memiliki senjata nuklirnya sendiri," kata Presiden Yoon, menggunakan nama resmi negaranya; Republik Korea, dalam pertemuan pemerintah hari Rabu.
“Jika itu terjadi, tidak akan lama, dan dengan sains dan teknologi kami, kami dapat memiliki [senjata nuklir] lebih cepat seiring berjalannya waktu,” lanjut Yoon, seperti dikutip Russia Today, Kamis (12/1/2023).
Baca juga: Usai Tembakkan Rudal, Kim Jong-un Bersumpah Tingkatkan Produksi Hulu Ledak Nuklir
AS menarik kekuatan nuklirnya dari Korea Selatan pada tahun 1991 setelah pembicaraan perlucutan senjata dengan Pyongyang dan Moskow.
Hubungan sejak itu memburuk, di mana Korea Utara meningkatkan uji coba rudal tahun lalu dan mengabadikan hak untuk menggunakan senjata nuklir ke dalam undang-undang nasional pada bulan September.
Pernyataan itu muncul setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan bulan ini bahwa negaranya akan mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru ketika Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan berusaha untuk mengisolasi dan melumpuhkan Pyongyang.
"Jika masalah [nuklir Korea Utara] menjadi lebih serius, Republik Korea dapat menggunakan senjata nuklir taktis atau memiliki senjata nuklirnya sendiri," kata Presiden Yoon, menggunakan nama resmi negaranya; Republik Korea, dalam pertemuan pemerintah hari Rabu.
“Jika itu terjadi, tidak akan lama, dan dengan sains dan teknologi kami, kami dapat memiliki [senjata nuklir] lebih cepat seiring berjalannya waktu,” lanjut Yoon, seperti dikutip Russia Today, Kamis (12/1/2023).
Baca juga: Usai Tembakkan Rudal, Kim Jong-un Bersumpah Tingkatkan Produksi Hulu Ledak Nuklir
AS menarik kekuatan nuklirnya dari Korea Selatan pada tahun 1991 setelah pembicaraan perlucutan senjata dengan Pyongyang dan Moskow.
Hubungan sejak itu memburuk, di mana Korea Utara meningkatkan uji coba rudal tahun lalu dan mengabadikan hak untuk menggunakan senjata nuklir ke dalam undang-undang nasional pada bulan September.
Lihat Juga :