Teroris Pembantai 51 Jamaah Masjid Chistchurch Pecat Pengacaranya
Senin, 13 Juli 2020 - 15:18 WIB
loading...
A
A
A
Namun, hakim memerintahkan "penasihat hukum siaga" tetap tersedia bulan depan jika Tarrant—yang muncul di pengadilan Christchurch melalui tautan video dari penjara Auckland—berubah pikiran.
Presiden Asosiasi Muslim Selandia Baru Ikhlaq Kashkari mempertanyakan motif Tarrant yang memecat pengacaranya. Dia mengatakan para korban dapat mengalami trauma berulang jika pria bersenjata itu diizinkan untuk mengeluarkan retorika sayap kanan dalam persidangan.
"Kekhawatiran pertama saya ketika saya membaca ini adalah 'Ya Tuhan, apa yang dilakukan orang ini, apakah dia akan menggunakan ini sebagai platform untuk mempromosikan pandangan dan pikirannya?'," katanya kepada AFP. (Baca: Teroris Pembantai Jamaah Masjid Christchurch: Berapa yang Saya Bunuh? )
"Banyak orang masih mengalami trauma dan ini dipandang sebagai salah satu peristiwa yang akan memberi mereka penutupan. Saya berharap itu tidak akan menjadi sesuatu yang akan memicu lebih banyak rasa sakit sebagai gantinya."
Pada 15 Maret 2019, Tarrant menembak mati jamaah Muslim saat salat Jumat di dua masjid di Christchurch. Dia bahkan menyiarkan langsung pembantaiannya di Facebook. Korbannya termasuk anak-anak dan orang lanjut usia.
Presiden Asosiasi Muslim Selandia Baru Ikhlaq Kashkari mempertanyakan motif Tarrant yang memecat pengacaranya. Dia mengatakan para korban dapat mengalami trauma berulang jika pria bersenjata itu diizinkan untuk mengeluarkan retorika sayap kanan dalam persidangan.
"Kekhawatiran pertama saya ketika saya membaca ini adalah 'Ya Tuhan, apa yang dilakukan orang ini, apakah dia akan menggunakan ini sebagai platform untuk mempromosikan pandangan dan pikirannya?'," katanya kepada AFP. (Baca: Teroris Pembantai Jamaah Masjid Christchurch: Berapa yang Saya Bunuh? )
"Banyak orang masih mengalami trauma dan ini dipandang sebagai salah satu peristiwa yang akan memberi mereka penutupan. Saya berharap itu tidak akan menjadi sesuatu yang akan memicu lebih banyak rasa sakit sebagai gantinya."
Pada 15 Maret 2019, Tarrant menembak mati jamaah Muslim saat salat Jumat di dua masjid di Christchurch. Dia bahkan menyiarkan langsung pembantaiannya di Facebook. Korbannya termasuk anak-anak dan orang lanjut usia.
Lihat Juga :