Copot Jenderal Armageddon, Ini Penjelasan Rusia

Kamis, 12 Januari 2023 - 03:07 WIB
loading...
Copot Jenderal Armageddon,...
Kepala Staf Umum Rusia, Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov, ditunjukan sebagai komandan perang di Ukraina menggantikan jenderal armageddon, Sergey Surovikin. Foto/RT
A A A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan Kepala Staf Umum, Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov, telah ditunjuk untuk memimpin kelompok pasukan gabungan Moskow di Ukraina. Sedangkan mantan komandan operasi militer, Jenderal Angkatan Darat Sergey Surovikin, telah diangkat menjadi wakilnya.

Adanya penunjukkan ini membuat Sergei Surovikin, yang dijuluki Jenderal Armageddon, tidak lagi menjabat sebagai komandan perang di Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan penunjukkan itu adalah kebutuhan untuk menaikkan tingkat komando operasi terkait dengan peningkatan skala misi tempur, dan kebutuhan akan koordinasi yang lebih erat antara berbagai dinas dan cabang angkatan bersenjata.

"Langkah itu juga akan meningkatkan dukungan logistik dan efektivitas komando untuk pasukan Rusia di Ukraina," Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (12/1/2023).

Itu terjadi hanya sekitar tiga bulan setelah kementerian pertahanan menunjuk Surovikin, komandan Angkatan Udara Rusia, untuk memimpin upaya tersebut.

Baca: Rusia: Rudal Patriot Bukti Keterlibatan AS dalam Perang Ukraina

Gerasimov dikenal sebagai salah satu komandan militer tertinggi Rusia dan ahli strategi terkenal, yang telah mendapatkan rasa hormat dari komandan tertinggi Kiev, Valery Zaluzhny. Kembali pada bulan September, Zaluzhny mengatakan kepada Time bahwa dia telah belajar dari Gerasimov.

“Saya membaca semua yang pernah dia tulis… Dia adalah pria terpintar, dan ekspektasi saya terhadapnya sangat besar,” aku jenderal Ukraina saat itu.

Gerasimov telah beberapa kali mengunjungi pasukan yang berperang di Ukraina untuk meningkatkan koordinasi antar pasukan, tetapi tidak mengambil alih komando operasional langsung sampai sekarang. Pada bulan Desember, Kiev mengaku mencoba membunuh Gerasimov dalam salah satu kunjungan mendadaknya pada April 2022, meskipun Amerika Serikat (AS) keberatan.

Sebelumnya, New York Times melaporkan bahwa pasukan Ukraina telah menembaki posisi di mana Gerasimov diperkirakan berada, tetapi sang jenderal tidak terpengaruh oleh serangan tersebut. Moskow tidak pernah secara resmi mengkonfirmasi bahwa sang jenderal bahkan mengunjungi pasukan pada saat itu.

Baca: Ukraina Tepis Klaim Tentara Bayaran Rusia Rebut Seluruh Wilayah Soledar

Di Barat, Gerasimov diduga sebagai penulis "doktrin Gerasimov". Istilah ini diciptakan pada tahun 2013 oleh penulis dan 'pengamat Rusia', Mark Galeotti, dan dilebih-lebihkan oleh media Barat sebagai sistem perang hibrida Rusia yang unik, menggabungkan metode militer dan non-militer.

Moskow tidak pernah mengkonfirmasi keberadaan doktrin semacam itu. Bagaimanapun, Gerasimov sendiri pada tahun 2019 mengatakan bahwa Baratlah yang menggunakan metode “perang hibrida” melawan Rusia.

Dua jenderal lainnya juga ditunjuk sebagai wakil Gerasimov dalam kampanye militer yang sedang berlangsung di Ukraina. Salah satunya adalah Komandan Angkatan Darat Rusia, Jenderal Angkatan Darat Oleg Salyukov.

Seorang perwira karier yang berpengalaman, ia menjabat sebagai komandan batalion dan kepala Distrik Militer Timur Jauh sebelum menjadi wakil kepala Staf Umum dan kemudian menjadi komandan Angkatan Darat.

Jenderal lainnya adalah Kolonel Jenderal Aleksey Kim, wakil kepala Staf Umum. Dia sebelumnya mengepalai Akademi Senjata Gabungan Angkatan Bersenjata Rusia dan dikenal sebagai spesialis militer yang berpengalaman. Dia juga seorang profesor dan memegang gelar akademik dalam ilmu militer.

Baca: Kepung Pasukan Ukraina, Tentara Bayaran Rusia Rebut Seluruh Soledar
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Serangan Drone Iran...
Serangan Drone Iran Hantam Bandara Internasional Kuwait, Penerbangan Ditangguhkan
AS-Israel, Negara Sekutu...
AS-Israel, Negara Sekutu Dekat tapi Perang Intelijen
Rekomendasi
Susunan Pemain Timnas...
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik: Marselino dan Ole Romeny Ujung Tombak
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved