Georgia Tolak Kembalikan Senjata yang Dipasok Ukraina saat Perang Lawan Rusia

Selasa, 10 Januari 2023 - 08:57 WIB
loading...
Georgia Tolak Kembalikan...
Georgia menolak mengembalikan senjata yang dipasok Ukraina saat perang melawan Rusia tahun 2008. Foto/REUTERS
A A A
TBILISI - Georgia , salah satu negara pecahan Uni Soviet, menolak untuk menyerahkan kembali persenjataan yang dipasok Ukraina di tengah perang dengan Rusia .

Kiev memasok senjata ke Tbilisi saat Georgia perang dengan Rusia tahun 2008. Sekarang Ukraina bermaksud meminta kembali senjata itu untuk melawan invasi Moskow.

Kuasa Usaha Ukraina untuk Georgia, Andrey Kasyanov, mengangkat masalah ini dalam sebuah artikel yang ditulis untuk surat kabar Yevropeyskaya Pravda, yang diterbitkan pada hari Senin (9/1/2023).

Baca juga: Ukraina Coba Tekan Georgia untuk Keroyok Rusia

“Pihak Ukraina konsisten dalam permintaannya kepada semua mitra internasionalnya, termasuk Georgia, untuk penyediaan senjata, peralatan militer, dan amunisi,” tulis Kasyanov.

“Yaitu, Kiev telah meminta untuk menyerahkan kembali sistem Buk [anti-pesawat], yang dipindahkan oleh Ukraina ke Georgia selama perang 2008," lanjut Kasyanov.

Menurut Kasyanov, selain sistem Buk, Ukraina juga meminta Georgia untuk menyediakan peluncur anti-tank Javelin buatan Amerika Serikat (AS).

"Transfer potensial tidak hanya disetujui oleh AS, tetapi Tbilisi juga telah menerima tawaran dari Washington untuk mengganti stok Javelin dengan sistem yang lebih baru," klaim diplomat Ukraina tersebut.

“Terlepas dari kenyataan bahwa pemerintah Georgia dengan tegas menolak untuk memberikan bantuan militer, Ukraina menentang penggunaan masalah ini dalam perselisihan politik internal dan menolak setiap tuduhan upaya untuk menarik Georgia ke dalam perang dengan Rusia,” imbuh Kasyanov, menolak seruan berulang kali dari pejabat tinggi Ukraina agar Tbilisi untuk membuka "front kedua" melawan Moskow.

Salah satu seruan tersebut dilakukan di awal konflik Rusia-Ukraina oleh Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Alexey Danilov.

Dia menuduh Georgia "berperilaku tidak tepat" dan mengatakan potensi konflik baru atas Ossetia Selatan dan Abkhazia—yang memisahkan diri dari Tbilisi pada 1990-an dan diakui sebagai negara merdeka oleh Rusia setelah perang 2008—pasti akan membantu Kiev.

Georgia telah mengambil sikap netral dalam permusuhan antara Rusia dan Ukraina, menahan diri untuk tidak bergabung dengan sanksi Barat serta menolak seruan Kiev untuk membuka front baru melawan Moskow di Kaukasus Selatan.

Perdana Menteri Georgia Irakly Garibashvili, serta pejabat tinggi lainnya, mengatakan langkah seperti itu hanya akan merugikan negara dan bertentangan dengan kepentingan nasional Georgia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved