Bantu Rekonstruksi Ukraina, Jerman Buka Opsi Rebut Aset Rusia

Rabu, 04 Januari 2023 - 15:16 WIB
loading...
Bantu Rekonstruksi Ukraina,...
Bantu rekonstrruksi Ukraina, Jerman buka opsi rebut aset Rusia. Foto/Ilustrasi
A A A
BERLIN - Jerman terbuka untuk menggunakan miliaran euro dalam aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina membangun kembali selama masalah hukum dapat diselesaikan dan negara-negara sekutu mengikuti langkahnya.

Pemerintah Kanselir Jerman Olaf Scholz mendukung permintaan Ukraina untuk rampasan perang tetapi belum mengambil posisi resmi untuk menyita aset dari negara Rusia. Anggota kabinet koalisinya terpecah mengenai hal itu menurut orang-orang yang mengetahui diskusi tersebut.

Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock ingin Rusia membayar kerusakan yang terjadi di Ukraina. Mantan wakil pemimpin Partai Hijau Jerman, yang telah lama mendukung sikap yang lebih keras terhadap Kremlin, menegaskan bahwa menyita setidaknya beberapa aset yang dibekukan perlu menjadi pilihan, kata pejabat yang akrab dengan diskusi tersebut kepada Bloomberg tanpa menyebut nama.

Baca: Rusia Klaim Berhasil Hancurkan HIMARS AS, Habisi 130 Tentara Asing

Menteri Keuangan Christian Lindner, yang mengepalai Partai Demokrat Bebas yang pro-bisnis, lebih berhati-hati.

"Dia khawatir penyitaan aset bank sentral Rusia dapat menciptakan preseden berbahaya dan membawa negara-negara Eropa dan sekutu mereka ke dalam masalah hukum," kata para pejabat seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (4/1/2023).

Uni Eropa (UE) dan mitra dari negara-negara kaya Kelompok Tujuh telah membekukan sekitar 300 miliar Euro atau sekitar Rp4.952 kuadriliun cadangan bank sentral Rusia. UE juga telah memblokir sekitar 19 miliar Euro (Rp313 triliun) aset yang dimiliki oleh pengusaha Rusia yang terkena sanksi, meskipun perkiraan ini tidak lengkap. Aset berada dalam limbo dan saat ini tidak dapat didistribusikan.

Diskusi serupa juga sedang berlangsung di tempat lain.

Baca: Zelensky: Rusia Ingin Habisi Ukraina dengan Serangan Drone Berkepanjangan

"Uni Eropa akan menemukan cara legal untuk menyita aset Rusia untuk membantu mendanai rekonstruksi Ukraina," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Ia menambahkan bahwa blok tersebut akan berusaha untuk menciptakan struktur untuk mengelola dana tersebut dan menginvestasikannya untuk menguntungkan Kiev.

Kremlin mengecam pembekuan cadangannya sebagai tindakan ilegal dan mengatakan akan melawan segala upaya untuk menyita aset Rusia dan menggunakannya untuk tujuan lain.

“Kami berbicara tentang tindakan pencurian internasional, yang melanggar segalanya,” kata juru bicara Dmitry Peskov pada 31 Oktober lalu.

Baca: Rusia Ungkap Berbagai Target Angkatan Udara Jarak Jauh pada 2023
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved