NATO Peringatkan Potensi Serangan Baru Rusia di Ukraina

Selasa, 03 Januari 2023 - 07:30 WIB
loading...
NATO Peringatkan Potensi...
Pasukan cadangan batalion ke-130 Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina menghadiri latihan militer di pinggiran Kiev, Ukraina, 10 April 2021. Foto/REUTERS/Valentyn Ogirenko
A A A
BRUSSELS - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan Barat perlu bersiap menghadapi konflik berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia.

Dalam pernyataan pada Minggu (1/1/2023), dia bersikeras pengiriman senjata ke Kiev harus dilanjutkan.

Stoltenberg mengatakan kepada BBC bahwa mobilisasi parsial Rusia, yang diluncurkan pada bulan September, menunjukkan Moskow tidak memiliki rencana untuk mengakhiri permusuhan dalam waktu dekat.

“Semua itu menunjukkan mereka siap melanjutkan perang dan juga mencoba berpotensi melancarkan serangan baru,” klaim dia.

Baca juga: NASA: China Bisa Mengklaim Wilayah Kaya Sumber Daya di Bulan

Kepala blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS) itu juga menegaskan Barat terus memberikan senjata dan bentuk dukungan lain kepada Ukraina.

Menurut sekretaris jenderal, "Itulah satu-satunya cara meyakinkan Rusia bahwa mereka harus duduk dan bernegosiasi dengan itikad baik dan menghormati Ukraina sebagai negara merdeka yang berdaulat di Eropa."

"Apa yang kami ketahui adalah bahwa apa yang dapat dicapai Ukraina di sekitar meja itu sepenuhnya bergantung pada kekuatan di medan perang," tegas dia.

Baca juga: 63 Tentara Rusia Tewas Terkena Serangan Rudal Ukraina di Donbass

Pada Jumat, Stoltenberg mengklaim meskipun "kedengarannya paradoks", dukungan militer Barat untuk Ukraina adalah "cara tercepat menuju perdamaian".

Menyusul dimulainya operasi militer Rusia pada akhir Februari, negara-negara Barat telah meningkatkan pengiriman senjata mereka ke Ukraina, langkah yang dikutuk Moskow.

Bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan NATO menggunakan potensi militer hampir semua negara anggotanya untuk melawan Moskow di Ukraina.

Menurut presiden, upaya merusak ekonomi Rusia dalam "perang sanksi" atas Ukraina sebagian besar telah gagal.

Sebelumnya, dia juga menuduh Barat mengubah Ukraina menjadi "koloni", dan menggunakan rakyatnya sebagai "umpan meriam, pendobrak melawan Rusia."

Pada saat yang sama, Kremlin menyatakan terbuka untuk pembicaraan dengan Ukraina, menuduh Kiev menolak untuk bernegosiasi.

Namun, Moskow bersikeras Kiev harus “mengakui kenyataan di lapangan” sebagai prasyarat untuk setiap pembicaraan damai, termasuk status baru Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporozhye sebagai bagian dari Rusia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved