Falujjah, Kota di Irak Akan Jadi Nama Kapal Angkatan Laut AS

Minggu, 01 Januari 2023 - 23:45 WIB
loading...
A A A
Pertempuran Fallujah pertama dipicu oleh meningkatnya kekerasan di kota tersebut, termasuk kematian lima tentara AS yang terkena bom pinggir jalan, dan empat kontraktor keamanan yang bekerja untuk Blackwater USA. Para kontraktor dibunuh dan tubuh mereka dibakar. Dua mayat digantung di jembatan, dan foto-foto pembantaian itu disebarkan ke media.

Baca: AS Kandangkan Jet Tempur Siluman F-35 setelah Kecelakaan Dramatis di Texas

Sebagai tanggapan, Marinir berjuang selama berhari-hari untuk menguasai kota, dan pada titik balik, sebuah kendaraan Marinir terkena granat berpeluncur roket yang ditembakkan dari masjid, melukai lima Marinir. Pasukan AS berkumpul di masjid dan akhirnya menembakkan rudal Hellfire di dasar menaranya, dan jet tempur F-16 menjatuhkan bom seberat 500 pon, menewaskan puluhan orang dan memicu sentimen anti-Amerika.

Namun, dalam sebulan, pasukan AS menarik diri dari Fallujah dan menyerahkan kendali kepada pasukan keamanan Irak setempat. Pertempuran kedua terjadi pada November 2004, dan merupakan serangan udara dan darat besar-besaran oleh pasukan AS, bersama dengan pasukan Inggris dan Irak, untuk menguasai kota. Lusinan orang Amerika dan ratusan militan tewas dan sebagian besar kota rusak dan hancur.

Seorang jurnalis Irak di kota pada saat itu berkata, “Orang-orang bahkan takut melihat ke luar jendela karena penembak jitu. Orang Amerika menembak apapun yang bergerak.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Berita Terkini
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved