Usai Tembakkan Rudal, Kim Jong-un Bersumpah Tingkatkan Produksi Hulu Ledak Nuklir
Minggu, 01 Januari 2023 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, kepala staf gabungan Korsel dalam sebuah pernyataan mengatakan, militer mendeteksi peluncuran pada hari ini dari wilayah Ibu Kota Korea Utara sekitar pukul 02.50 pagi. Rudal itu menempuh jarak sekitar 400 km sebelum jatuh ke perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang.
Kepala staf gabungan Korsel menyebut peluncuran itu sebagai "provokasi serius" yang merusak perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea dan di seluruh dunia. Dikatakan Korsel memantau dengan cermat gerakan Korut dalam koordinasi dengan AS dan mempertahankan kesiapan untuk menghadapi provokasi apa pun.
Ini menyusul peluncuran 3 rudal balistik oleh Korut pada hari terakhir tahun 2022, menutup tahun itu dengan rekor peluncuran rudal dalam setahun.
Komando Indo-Pasifik AS dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa peluncuran pada Sabtu itu menyoroti “dampak destabilisasi” dari program senjata ilegal Korut. Dikatakan komitmen AS untuk membela Korea Selatan dan Jepang "tetap kuat".
Korut melakukan uji tembak lebih dari 70 rudal tahun lalu. Beberapa ahli mengatakan negara itu pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan persenjataan senjatanya dan meningkatkan tekanan pada para pesaingnya untuk memenangkan konsesi seperti keringanan sanksi.
Baca: AS Tanggapi Santai Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
Media pemerintah Korut mengkonfirmasi pada hari Minggu bahwa negara tersebut melakukan uji coba peluncuran beberapa peluncur roket super besar untuk menguji kemampuan senjata tersebut. KCNA mengatakan tiga peluru yang ditembakkan dari peluncur pada hari Sabtu secara akurat mengenai target pulau di lepas pantai timurnya. Dikatakan Korut menembakkan peluru lain dari peluncur ke arah perairan timurnya pada hari Minggu.
Kepala staf gabungan Korsel menyebut peluncuran itu sebagai "provokasi serius" yang merusak perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea dan di seluruh dunia. Dikatakan Korsel memantau dengan cermat gerakan Korut dalam koordinasi dengan AS dan mempertahankan kesiapan untuk menghadapi provokasi apa pun.
Ini menyusul peluncuran 3 rudal balistik oleh Korut pada hari terakhir tahun 2022, menutup tahun itu dengan rekor peluncuran rudal dalam setahun.
Komando Indo-Pasifik AS dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa peluncuran pada Sabtu itu menyoroti “dampak destabilisasi” dari program senjata ilegal Korut. Dikatakan komitmen AS untuk membela Korea Selatan dan Jepang "tetap kuat".
Korut melakukan uji tembak lebih dari 70 rudal tahun lalu. Beberapa ahli mengatakan negara itu pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan persenjataan senjatanya dan meningkatkan tekanan pada para pesaingnya untuk memenangkan konsesi seperti keringanan sanksi.
Baca: AS Tanggapi Santai Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
Media pemerintah Korut mengkonfirmasi pada hari Minggu bahwa negara tersebut melakukan uji coba peluncuran beberapa peluncur roket super besar untuk menguji kemampuan senjata tersebut. KCNA mengatakan tiga peluru yang ditembakkan dari peluncur pada hari Sabtu secara akurat mengenai target pulau di lepas pantai timurnya. Dikatakan Korut menembakkan peluru lain dari peluncur ke arah perairan timurnya pada hari Minggu.
Lihat Juga :