Korban Tewas Kebakaran Hotel Kasino Kamboja Jadi 24 Orang

Sabtu, 31 Desember 2022 - 06:53 WIB
loading...
Korban Tewas Kebakaran...
Orang-orang berjalan di sekitar puing-puing hotel kasino di Kamboja yang hangus terbakar pada Rabu tengah malam. Foto/CNN
A A A
PHNOM PENH - Korban tewas kebakaran dahsyat yang melanda sebuah hotel kasino di Kamboja meningkat jadi 24 saat operasi pencarian dan penyelamatan dilanjutkan pada Jumat kemarin. Meski begitu, puluhan orang masih belum ditemukan.

Juru bicara provinsi Banteay Meanchey Sek Sokhom mengatakan kepada CNN bahwa para pejabat sekarang bekerja untuk menentukan kewarganegaraan mereka yang tewas dalam kobaran api di Grand Diamond City Hotel and Casino di Poipet, dekat perbatasan Thailand.

"Penyebab kebakaran masih belum diketahui dan pemerintah Kamboja telah membentuk sebuah komite untuk menyelidiki," katanya seperti dilansir dari media yang berbasis di AS itu, Sabtu (31/12/2022).

Sebelumnya ia mengatakkan sedikitnya 70 orang terluka dalam kobaran api.

Sek Sokhom mengatakan hotel menggunakan sistem listrik untuk kamar dan lift, sehingga ketika kebakaran terjadi dan bangunan padam listrik, banyak orang terjebak di kamar mereka dan tidak dapat melarikan diri.

Tim penyelamat Thailand yang merespons panggilan darurat dari pihak berwenang Kamboja mengatakan lebih banyak mayat ditemukan terperangkap di dalam kamar hotel pada hari Jumat.

Somboon Kwan-uam, dari Yayasan Poh Teck Tung Thailand, mengatakan tingkat asap di koridor lebih rendah pada Jumat setelah menghambat upaya penyelamatan sebelumnya ketika banyak korban ditemukan tewas akibat menghirup asap yang terkunci di dalam kamar hotel mereka.

“Kami menemukan tujuh mayat lagi dari kamar di lantai dua,” kata Somboon.

"Beberapa jenazah korban diperkirakan akan diangkut kembali ke Thailand pada Jumat," tambahnya.

Baca: Kebakaran Dahsyat Landa Kasino Hotel Kamboja, 19 Tewas

Petugas penyelamat Thailand mengatakan beberapa korban telah melompat dari gedung yang terbakar dalam upaya untuk menyelamatkan diri karena panik.

"Dua orang tewas seketika ketika mereka menyentuh tanah dan sekitar empat hingga lima (lainnya) patah kaki," ungkap Peerapan Srisakorn, dari Yayasan Penyelamatan Aranyaprathet.

Peerapan sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa dia menduga api dimulai dari sebuah restoran di lantai bawah sebelum menyebar ke bagian lain dari kompleks tersebut.

“Beberapa orang berlari ke atap, (berpikir) bahwa orang Kamboja mungkin memiliki derek penyelamat untuk membantu – tetapi mereka tidak memilikinya,” katanya.

Ia menambahkan kondisi cuaca mungkin telah membantu api menyebar.

“Tadi malam angin kencang sekali,” katanya.

"Api menyebar dengan cepat ke lantai atas dan kemudian ke setiap sisi, menelan seluruh bangunan," sambungnya.

Baca: Salah Ucap, Biden Sebut Kolombia Tuan Rumah KTT ASEAN

Dia mengatakan dia juga melihat bangunan kehilangan listrik dan lampu padam.

Video di halaman Facebook grup menunjukkan petugas penyelamat dengan helm dan alat pelindung berjalan melalui koridor yang dipenuhi asap.

Foto-foto dari tempat kejadian pada Rabu malam menunjukkan api kuning besar yang terang dan gumpalan asap membubung dari kompleks.

Menurut pihak berwenang sekitar 700 warga Thailand diselamatkan dan dikirim ke rumah sakit di Thailand.

Menurut Komisaris Polisi Provinsi Banteay Meanchey Mayor Jenderal Sithi Loh sekitar 300 petugas polisi, 11 truk pemadam kebakaran dan sejumlah helikopter dikerahkan ke tempat kejadian.

"Tata letak hotel yang sempit dan tinggi membuat sulit untuk menilai sepenuhnya status kobaran api," ujarnya.

Poipet, pusat transportasi antara Siem Reap Kamboja dan Ibu Kota Thailand, Bangkok, terkenal dengan banyak kasino dan merupakan rumah bagi banyak warga Thailand yang bekerja di industri perjudian kota. Hampir semua bentuk perjudian ilegal di Thailand sehingga banyak warga Thailand melintasi perbatasan untuk berjudi secara legal.

Baca: ASEAN Setuju Akui Timor Leste Anggota ke-11
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran Hebat Lumat...
Kebakaran Hebat Lumat Pangkalan Inggris yang Digunakan Pesawat AS Bombardir Iran
Markas Kebakaran dan...
Markas Kebakaran dan Bos Diduga Tewas, Yakuza Jepang Rapat Darurat
Lagi, Kapal Induk Nuklir...
Lagi, Kapal Induk Nuklir AS Dilanda Kebakaran, 3 Pelaut Terluka
Kapal Perang AS Sambangi...
Kapal Perang AS Sambangi Pangkalan AL Kamboja yang Didanai China
Bos Scam Chen Zhi Ditangkap,...
Bos Scam Chen Zhi Ditangkap, China Desak Seluruh Kaki Tangannya Menyerah
Pasukan Thailand Kuasai...
Pasukan Thailand Kuasai Wilayah Kamboja, Gencatan Senjata Tak Berlaku
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Pengembangan Sektor...
Pengembangan Sektor Maritim di Indonesia Butuh Data yang Komprehensif
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
33 Orang Tewas saat...
33 Orang Tewas saat Tornado Dahsyat Sapu Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved