Lokasi Pembangunan Masjid di Korsel Dapat Teror Kepala Babi
Kamis, 29 Desember 2022 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
“Kami akan melawan pembangunan masjid sampai nafas terakhir kami,” bunyi salah satu spanduk yang menghiasi dinding rumah di sebelah lokasi pembangunan, saat kaki dan ekor babi terlihat digantung di sepanjang dinding.
Razaq mengecam tindakan warga sebagai "Islamofobia murni". “Mereka mengadakan aksi unjuk rasa melawan Islam, mereka menyebut kami teroris, mereka memasang spanduk menentang agama kami, mereka membagikan pamflet kebencian terhadap Muslim di daerah kami, tindakan ini bisa disebut apa? Ini murni Islamofobia,” katanya, seperti dikutip dari South China Mourning Post.
Baca: Aksi Pencuri Terekam CCTV Masjid: Nyamar dengan Mukena, Menyusup ke Jamaah Perempuan
Sekelompok aktivis hak asasi manusia setempat meminta Pelapor Khusus PBB untuk kebebasan beragama untuk mendesak pejabat pemerintah pusat dan daerah Korea Selatan untuk turun tangan guna menghentikan penghalangan penduduk terhadap pekerjaan konstruksi dan "segera memindahkan kepala babi".
Seruan ke PBB yang dibuat oleh gugus tugas untuk penyelesaian damai masalah masjid datang setelah otoritas lokal gagal untuk mengindahkan permintaan sebelumnya dari umat Islam untuk menghilangkan kepala babi.
Razaq mengecam tindakan warga sebagai "Islamofobia murni". “Mereka mengadakan aksi unjuk rasa melawan Islam, mereka menyebut kami teroris, mereka memasang spanduk menentang agama kami, mereka membagikan pamflet kebencian terhadap Muslim di daerah kami, tindakan ini bisa disebut apa? Ini murni Islamofobia,” katanya, seperti dikutip dari South China Mourning Post.
Baca: Aksi Pencuri Terekam CCTV Masjid: Nyamar dengan Mukena, Menyusup ke Jamaah Perempuan
Sekelompok aktivis hak asasi manusia setempat meminta Pelapor Khusus PBB untuk kebebasan beragama untuk mendesak pejabat pemerintah pusat dan daerah Korea Selatan untuk turun tangan guna menghentikan penghalangan penduduk terhadap pekerjaan konstruksi dan "segera memindahkan kepala babi".
Seruan ke PBB yang dibuat oleh gugus tugas untuk penyelesaian damai masalah masjid datang setelah otoritas lokal gagal untuk mengindahkan permintaan sebelumnya dari umat Islam untuk menghilangkan kepala babi.
Lihat Juga :