Kesehatan Paus Benediktus XVI Memburuk, Paus Fransiskus Minta Umat Kristen Berdoa

Rabu, 28 Desember 2022 - 23:20 WIB
loading...
Kesehatan Paus Benediktus...
Paus Fransiskus bertemu dengan Paus Benediktus, yang beberapa jam setelah dilaporkan kesehatannya memburuk. Foto/France 24
A A A
VATICAN CITY - Vatikan pada Rabu (28/12/2022) mengkonfirmasi bahwa kesehatan mantan Paus Benediktus XVI (95) telah memburuk dalam beberapa jam terakhir dan dia telah dikunjungi oleh Paus Fransiskus .

Beberapa jam setelah menjenguk Paus Benediktus, Paus Fransiskus mengatakan pendahulunya "sakit parah" dan meminta doa.

"Saya dapat memastikan bahwa dalam beberapa jam terakhir telah terjadi penurunan akibat bertambahnya usia. Situasi saat ini tetap terkendali, dipantau terus oleh dokter," kata juru bicara Vatikan Matteo Bruni dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari France 24.

Ini terjadi setelah Paus Fransiskus mengatakan dalam pengumuman mengejutkan dalam bahasa Italia di akhir audiensi umum mingguannya: "Saya ingin meminta doa khusus dari Anda semua untuk Paus Emeritus Benediktus, yang dalam keheningan, mendukung Gereja."

“Mari kita mengingatnya. Dia sangat sakit, meminta Tuhan untuk menghibur dan mendukungnya dalam kesaksian cinta untuk Gereja ini, sampai akhir,” kata Paus Fransiskus.

Baca: Serukan Diakhirinya Perang Ukraina, Paus Fransiskus: Dunia Mendambakan Perdamaian

Hingga beberapa minggu lalu, mereka yang pernah melihat Paus Benediktus mengatakan tubuhnya sangat ringkih namun pikirannya masih tajam.

Salah satu foto Paus Benediktus terbaru yang diketahui diambil pada 1 Desember, ketika dia bertemu dengan para pemenang hadiah untuk para teolog yang dinamai menurut namanya. Dia duduk dan terlihat sangat lemah.

Sejak pengunduran dirinya, Benediktus tinggal di bekas biara di dalam taman Vatikan, bersama sekretarisnya, Uskup Agung Georg Ganswein, dan beberapa pembantu serta staf medis lainnya.

Benediktus mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri pada 11 Februari 2013, mengejutkan pertemuan para kardinal. Dia mengatakan dia tidak lagi memiliki kekuatan fisik dan mental untuk menjalankan Gereja.

Dia secara resmi mengundurkan diri pada 28 Februari tahun 2013, pindah sementara ke kediaman musim panas kepausan di selatan Roma sementara para kardinal dari seluruh dunia datang ke Roma untuk memilih penggantinya.

Baca: Paus Francis: Ingatlah Perang yang Melelahkan dan Orang Miskin

Paus Francis, paus pertama dari Amerika Latin, terpilih untuk menggantikannya pada 13 Maret 2013.

Sementara Fransiskus sering memuji mantan paus itu, dengan mengatakan rasanya seperti memiliki seorang kakek di sebuah rumah, kehadiran dua pria berpakaian putih di Vatikan terkadang menyusahkan.

Kelompok konservatif memandang mantan paus sebagai pembawa standar mereka dan beberapa ultra-tradisionalis bahkan menolak untuk mengakui Francis sebagai paus yang sah.

Benediktus, paus Jerman pertama dalam 1.000 tahun, terpilih pada 19 April 2005 untuk menggantikan Paus Yohanes Paulus II yang sangat populer, yang memimpin selama 27 tahun.

Kardinal memilihnya dari antara jumlah mereka yang mencari kesinambungan dan apa yang disebut "sepasang tangan yang aman".

Selama hampir 25 tahun, sebagai Kardinal Joseph Ratzinger, dia adalah kepala kantor doktrinal Vatikan yang berkuasa, yang saat itu dikenal sebagai Kongregasi Ajaran Iman (CDF).

Baca: Paus Fransiskus Pimpin Misa Malam Natal di Vatikan, Lihat Secara Live
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Paus Leo Sebut Perang...
Paus Leo Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal, Desak Gencatan Senjata Segera
Khotbah Natal Pertama,...
Khotbah Natal Pertama, Paus Leo Soroti Tenda Warga Palestina di Gaza dan Kelahiran Yesus
Paus Leo Serukan Gencatan...
Paus Leo Serukan Gencatan Senjata Semua Perang di Dunia pada Hari Natal
Mobil Paus Fransiskus...
Mobil Paus Fransiskus Disulap Jadi Klinik Keliling, Segera Dikirim ke Gaza
Diberkati Paus Fransiskus,...
Diberkati Paus Fransiskus, Nilai Lukisan Denny JA Diprediksi Tembus Rp34 Miliar
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
Robert Prevost, Paus...
Robert Prevost, Paus Pertama dari Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved