Kim Jong-un Ungkap Target Baru Militer Korea Utara pada 2023
Rabu, 28 Desember 2022 - 14:00 WIB
loading...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengawasi peluncuran rudal di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada 10 Oktober 2022 oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara. Foto/REUTERS
A
A
A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un meluncurkan target baru untuk militer negara itu pada tahun 2023.
Target baru itu diungkap saat pertemuan Partai Pekerja yang berkuasa. Media pemerintah melaporkan pada Rabu (28/12/2022) bahwa target baru itu mengisyaratkan satu tahun lagi uji coba senjata intensif.
“Pada hari kedua Rapat Pleno Keenam yang Diperbesar dari Komite Pusat ke-8 partai, Kim meninjau situasi menantang yang baru dibuat di semenanjung Korea dan lanskap politik yang lebih luas,” ungkap laporan itu.
Laporan itu menambahkan, “Pemimpin Korut generasi ketiga itu menetapkan arah untuk perjuangan anti-musuh dan tujuan memperkuat kekuatan pertahanan.”
“Dia merinci prinsip-prinsip urusan luar negeri dan arah perjuangan melawan musuh yang harus dipatuhi oleh partai dan pemerintah kita secara menyeluruh untuk melindungi hak kedaulatan dan membela kepentingan nasional,” papar kantor berita resmi KCNA.
Baca juga: Militer Amerika Serikat Rekrut 700 Orang dengan Gangguan Perilaku
Target baru itu diungkap saat pertemuan Partai Pekerja yang berkuasa. Media pemerintah melaporkan pada Rabu (28/12/2022) bahwa target baru itu mengisyaratkan satu tahun lagi uji coba senjata intensif.
“Pada hari kedua Rapat Pleno Keenam yang Diperbesar dari Komite Pusat ke-8 partai, Kim meninjau situasi menantang yang baru dibuat di semenanjung Korea dan lanskap politik yang lebih luas,” ungkap laporan itu.
Laporan itu menambahkan, “Pemimpin Korut generasi ketiga itu menetapkan arah untuk perjuangan anti-musuh dan tujuan memperkuat kekuatan pertahanan.”
“Dia merinci prinsip-prinsip urusan luar negeri dan arah perjuangan melawan musuh yang harus dipatuhi oleh partai dan pemerintah kita secara menyeluruh untuk melindungi hak kedaulatan dan membela kepentingan nasional,” papar kantor berita resmi KCNA.
Baca juga: Militer Amerika Serikat Rekrut 700 Orang dengan Gangguan Perilaku
Lihat Juga :