Kapal Induk Inggris Ini Senilai Rp60,5 T, tapi Rusak Melulu daripada Tugas di Laut
Selasa, 27 Desember 2022 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
"Megaship semacam itu adalah proyek modal besar di mana terkadang ada yang tidak beres,” kata Radakin.
Angkatan Laut Kerajaan Inggris menggambarkan HMS Prince of Wales sebagai salah satu kapal perang permukaan paling kuat yang pernah dibangun di Inggris.
Ia mampu meluncurkan pesawat tempur siluman multiperan F-35B terbaru NATO. Dek penerbangannya memiliki lebar 70 meter dan panjang 280 meter, dan dengan pesawat di dalamnya dibutuhkan sekitar 1.400 awak untuk beroperasi.
Baca juga: Kebanjiran Lagi, Kapal Induk Inggris Senilai Rp60,5 Triliun Terdampar 6 Bulan
Malfungsi kapal induk dimulai dengan dua banjir besar pada tahun 2020. Banjir kedua memenuhi ruang mesin dengan ribuan galon air laut, mengakibatkan HMS Prince of Wales kehilangan perjalanan yang direncanakan ke Amerika Serikat dan kembali ke pelabuhan asalnya di Portsmouth selama enam bulan perbaikan.
Kapal induk tersebut berhasil berlayar ke Gibraltar pada tahun 2021, tetapi bencana kembali terjadi setahun kemudian ketika kapal tersebut mogok tak lama setelah meninggalkan Portsmouth dalam perjalanan ke AS Agustus ini. Insinyur menemukan kerusakan pada poros baling-balingnya, yang menurut laporan para pejabat Angkatan Laut disalahkan karena awak kapal lupa melumasinya secara memadai.
Angkatan Laut Kerajaan Inggris menggambarkan HMS Prince of Wales sebagai salah satu kapal perang permukaan paling kuat yang pernah dibangun di Inggris.
Ia mampu meluncurkan pesawat tempur siluman multiperan F-35B terbaru NATO. Dek penerbangannya memiliki lebar 70 meter dan panjang 280 meter, dan dengan pesawat di dalamnya dibutuhkan sekitar 1.400 awak untuk beroperasi.
Baca juga: Kebanjiran Lagi, Kapal Induk Inggris Senilai Rp60,5 Triliun Terdampar 6 Bulan
Malfungsi kapal induk dimulai dengan dua banjir besar pada tahun 2020. Banjir kedua memenuhi ruang mesin dengan ribuan galon air laut, mengakibatkan HMS Prince of Wales kehilangan perjalanan yang direncanakan ke Amerika Serikat dan kembali ke pelabuhan asalnya di Portsmouth selama enam bulan perbaikan.
Kapal induk tersebut berhasil berlayar ke Gibraltar pada tahun 2021, tetapi bencana kembali terjadi setahun kemudian ketika kapal tersebut mogok tak lama setelah meninggalkan Portsmouth dalam perjalanan ke AS Agustus ini. Insinyur menemukan kerusakan pada poros baling-balingnya, yang menurut laporan para pejabat Angkatan Laut disalahkan karena awak kapal lupa melumasinya secara memadai.
Lihat Juga :