Warga Bosnia Kenang 25 Tahun Pembantaian Srebrenica

Minggu, 12 Juli 2020 - 06:06 WIB
loading...
A A A
Selama perang Bosnia, pasukan Serbia Bosnia mengusir warga non-Serbia keluar dari wilayah yang mereka inginkan menjadi negara Serbia. Warga Muslim itu pun berlindung di beberapa kota bagian timur, termasuk Srebrenica yang disebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai zona aman.

Pada 11 Juli 1995, pasukan Serbia yang dipimpin Jenderal Ratko Mladic menyerang dan membumihanguskan Srebrenica yang saat itu dilindungi tentara penjaga perdamaian asal Belanda dalam jumlah sedikit.

Pasukan Ratko Mladic memisahkan wanita dan anak dari pria dan membawa mereka ke bus menuju wilayah yang dikontrol tentara Serbia Bosnia. Pria dan anak laki-laki dibunuh, mereka yang mencoba lari ke hutan ditangkap dan dieksekusi.

Jasad mereka dimasukkan dalam kuburan massal dan kemudian digali oleh investigator PBB dan menjadi bukti dalam pengadilan kejahatan perang terhadap para pemimpin Serbia Bosnia. (Lihat Infografis: Amerika Ketar-Ketir, Turki Mampu Menguji S-400 pada F-22 dan F-35)

“Kami berduka bersama keluarga yang tidak lelah mencari keadilan untuk 8.000 nyawa orang tak berdosa yang hilang, bertahun-tahun kemudian,” ungkap Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. (Lihat Video: Hari Kependudukan Dunia 2020 , Pandemi COVID-19 Mengancam Bonus Demografi)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Swiss vs Bosnia 4-1:...
Swiss vs Bosnia 4-1: La Nati Puncaki Grup B Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved