Beijing: UU Pertahanan Amerika Adalah Provokasi Serius terhadap China
Sabtu, 24 Desember 2022 - 20:08 WIB
loading...
Beijing menentang UU Otorisasi Pertahanan Nasional AS yang dianggap berisi provokasi serius terhadap China. Foto/REUTERS
A
A
A
BEIJING - Pemerintah komunis China mengecam Undang-Undang (UU) Otorisasi Pertahanan Nasional Amerika Serikat (AS) yang ditandatangani Presiden Joe Biden pada Jumat. Menurut Beijing, UU itu berisi kebijakan Washington yang mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
UU tersebut juga berisi persetujuan program pengeluaran militer USD858 miliar untuk tahun fiskal 2023.
"Itu adalah provokasi politik yang serius terhadap China," kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (24/12/2022).
"Beijing menyesalkan dan dengan tegas menentang undang-undang baru itu," lanjut kementerian tersebut.
Kementerian Luar Negeri China menyoroti UU itu, yang mengesahkan USD10 miliar dalam bantuan keamanan dan pengadaan senjata jalur cepat untuk Taiwan. "Mengirimkan sinyal yang sangat salah kepada pasukan separatis 'kemerdekaan Taiwan' dan sangat memengaruhi perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," kata kementerian tersebut.
Baca juga: Kelompok Tempur Kapal Induk China Masuk Pasifik Barat untuk Latihan Perang
Pulau Taiwan telah memerintah sendiri sejak 1949, tetapi tidak pernah secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan dari China, di mana Beijing melihatnya sebagai bagian dari wilayah China.
UU tersebut juga berisi persetujuan program pengeluaran militer USD858 miliar untuk tahun fiskal 2023.
"Itu adalah provokasi politik yang serius terhadap China," kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (24/12/2022).
"Beijing menyesalkan dan dengan tegas menentang undang-undang baru itu," lanjut kementerian tersebut.
Kementerian Luar Negeri China menyoroti UU itu, yang mengesahkan USD10 miliar dalam bantuan keamanan dan pengadaan senjata jalur cepat untuk Taiwan. "Mengirimkan sinyal yang sangat salah kepada pasukan separatis 'kemerdekaan Taiwan' dan sangat memengaruhi perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," kata kementerian tersebut.
Baca juga: Kelompok Tempur Kapal Induk China Masuk Pasifik Barat untuk Latihan Perang
Pulau Taiwan telah memerintah sendiri sejak 1949, tetapi tidak pernah secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan dari China, di mana Beijing melihatnya sebagai bagian dari wilayah China.
Lihat Juga :