Dilarang Kuliah, Mahasiswi Afghanistan Kecam Taliban: Kami Seperti Burung yang Dikurung
Sabtu, 24 Desember 2022 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
"Kami tidak memiliki kekuatan untuk melakukan apa pun dan tidak ada yang mendengarkan kami," kata seorang mahasiswi berusia 29 tahun, yang mengambil gelar master dalam sastra Pashto di Kabul.
"Kami tidak bisa memprotes, kami putus asa. Dalam setiap aspek kehidupan kami dikutuk," katanya kepada AFP.
"Kami tidak punya pekerjaan, kami tidak bisa pergi ke mana pun, dan kami tidak bisa meninggalkan negara ini. Kami telah kehilangan segalanya."
Jauh di dalam kesedihan, dia masih berpegang teguh pada harapan bahwa Taliban—yang pembatasan terhadap wanita semakin parah—akan membatalkan pengumuman setelah liburan musim dingin.
"Kami akan menunggu tiga bulan ke depan untuk melihat apakah mereka mengubah perintah mereka. Mereka mungkin mengubah kebijakan mereka dan memulai kembali universitas."
Jika tidak, dia meminta para mahasiswa untuk berhenti menghadiri kelas sebagai protes.
"Mereka juga harus tinggal di rumah sampai gadis-gadis itu diizinkan kembali," pintanya.
"Kami tidak bisa memprotes, kami putus asa. Dalam setiap aspek kehidupan kami dikutuk," katanya kepada AFP.
"Kami tidak punya pekerjaan, kami tidak bisa pergi ke mana pun, dan kami tidak bisa meninggalkan negara ini. Kami telah kehilangan segalanya."
Jauh di dalam kesedihan, dia masih berpegang teguh pada harapan bahwa Taliban—yang pembatasan terhadap wanita semakin parah—akan membatalkan pengumuman setelah liburan musim dingin.
"Kami akan menunggu tiga bulan ke depan untuk melihat apakah mereka mengubah perintah mereka. Mereka mungkin mengubah kebijakan mereka dan memulai kembali universitas."
Jika tidak, dia meminta para mahasiswa untuk berhenti menghadiri kelas sebagai protes.
"Mereka juga harus tinggal di rumah sampai gadis-gadis itu diizinkan kembali," pintanya.
(min)
Lihat Juga :