Vladimir Putin Keseleo Lidah, Pertama Kali Sebut Perang untuk Konflik Ukraina

Jum'at, 23 Desember 2022 - 22:32 WIB
loading...
Vladimir Putin Keseleo...
Presiden Rusia Vladimir Putin keseleo lidah dalam pidatonya dengan mengucapkan kata perang untuk pertama kalinya dalam menggambarkan invasi Moskow ke Ukraina. Selama ini narasi Rusia adalah operasi militer khusus. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin "keseleo lidah" setelah menggunakan kata "perang" untuk pertama kalinya dalam menggambarkan konflik di Ukraina .

Padahal, penggunaan kata itu dilarang berdasarkan undang-undang baru Rusia dan penggunanya bisa dikenai tuduhan menyebarkan informasi palsu.

Kremlin dan media pemerintah Rusia secara resmi menggunakan narasi "operasi militer khusus" dalam menggambarkan invasi Moskow ke Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari. Para ahli meyakini langkah seperti itu sebagai cara untuk mengontrol narasi konflik dan menentukan syarat keberhasilannya.

Tetapi pada hari Kamis, Putin akhirnya mengucapkan kata yang telah digunakan seluruh dunia selama 10 bulanperihal konflik brutal yang dia mulai di Ukraina.

Baca juga: Vladimir Putin: Rusia Ingin Mengakhiri Perang di Ukraina

"Tujuan kami bukan untuk memutar roda konflik militer," katanya kepada wartawan."Tetapi, sebaliknya, untuk mengakhiri perang ini," katanya lagi.

"Kami telah dan akan terus berjuang untuk ini," ujarnya. "Kami tidak pernah menyerah pada negosiasi dan bahwa cepat atau lambat, setiap pihak dalam keadaan konflik duduk dan membuat kesepakatan."

Mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, penyiar CNN Kaitlan Collins men-tweet; "Pandangan awal AS tentang komentar Putin adalah bahwa itu tidak disengaja...malah percaya itu kemungkinan salah bicara mengingat konteks ucapannya."

"Dia menghindari mengatakannya selama 10 bulan sekarang, jadi para pejabat akan melihat bagaimana Kremlin menjelaskannya dalam beberapa hari mendatang," imbuh Collins, Jumat (23/12/2022).

Mengenai pandangan Putin tentang pembicaraan yang mengakhiri perang, juru bicara Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan bahwa Putin sama sekali tidak menunjukkan indikasi bahwa dia bersedia bernegosiasi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Berita Terkini
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved