Pesawat Soyuz MS-22 Rusak, Tak Bisa Diperbaiki di Stasiun Luar Angkasa
Rabu, 21 Desember 2022 - 12:28 WIB
loading...
A
A
A
Badan antariksa milik negara Rusia Roscosmos mencatat semua pesawat luar angkasa dan sistem ISS bekerja normal, awaknya aman, dan para ahli akan menentukan apa yang harus dilakukan selanjutnya setelah menganalisis situasinya.
"Tidak mungkin memperbaiki kerusakan seperti itu dalam kondisi Stasiun Luar Angkasa Internasional. Bahkan jika Anda menutup kebocoran selama berjalan di luar angkasa, bagaimana Anda bisa memompa 44 liter refrigeran ke dalam radiator di bawah tekanan 3 atmosfer? Selain itu, pengatur suhu sistem harus menjalani uji tekanan khusus sesudahnya, yang pada prinsipnya tidak dapat dilakukan di orbit," ujar sumber tersebut.
Baca juga: Zelensky Diam-diam Kunjungi AS, Keamanan US Capitol Diperketat
Dia menambahkan, spesialis Roscosmos telah berhasil mempertahankan suhu yang nyaman di ruang hidup Soyuz MS-22 dengan mematikan sistemnya dan memasok udara dingin dari ISS segmen Rusia.
“Namun, ketika pesawat ruang angkasa dipisahkan dari stasiun dan sistem serta mesin dihidupkan, suhunya akan mulai naik lagi. Ini dapat menyebabkan kegagalan sistemnya meskipun toleransi suhu agak ketat untuk sistem Soyuz,” papar sumber itu.
Roscosmos mengatakan pada Senin bahwa suhu di modul perakitan instrumen pesawat luar angkasa mencapai +40 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit) pada hari-hari pertama setelah kebocoran dan kemudian stabil pada sekitar +30 derajat Celcius setelah penutupan sistem pesawat.
"Tidak mungkin memperbaiki kerusakan seperti itu dalam kondisi Stasiun Luar Angkasa Internasional. Bahkan jika Anda menutup kebocoran selama berjalan di luar angkasa, bagaimana Anda bisa memompa 44 liter refrigeran ke dalam radiator di bawah tekanan 3 atmosfer? Selain itu, pengatur suhu sistem harus menjalani uji tekanan khusus sesudahnya, yang pada prinsipnya tidak dapat dilakukan di orbit," ujar sumber tersebut.
Baca juga: Zelensky Diam-diam Kunjungi AS, Keamanan US Capitol Diperketat
Dia menambahkan, spesialis Roscosmos telah berhasil mempertahankan suhu yang nyaman di ruang hidup Soyuz MS-22 dengan mematikan sistemnya dan memasok udara dingin dari ISS segmen Rusia.
“Namun, ketika pesawat ruang angkasa dipisahkan dari stasiun dan sistem serta mesin dihidupkan, suhunya akan mulai naik lagi. Ini dapat menyebabkan kegagalan sistemnya meskipun toleransi suhu agak ketat untuk sistem Soyuz,” papar sumber itu.
Roscosmos mengatakan pada Senin bahwa suhu di modul perakitan instrumen pesawat luar angkasa mencapai +40 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit) pada hari-hari pertama setelah kebocoran dan kemudian stabil pada sekitar +30 derajat Celcius setelah penutupan sistem pesawat.
Lihat Juga :